
Tampusu - Keterampilan literasi media bagi kalangan pelajar dan generasi muda saat ini sudah menjadi sebuah keharusan sebagai bekal penting dalam mengakses keberlimpahan informasi. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menerangkan hal tersebut saat melakukan sosialisasi literasi media bagi pelajar Sekolah rakyat Menengah Atas (SRMA) Tampusu, (27/11).
Dalam meningkatkan keterampilan pelajar terkait literasi media, Reza menjelaskan elemen penting yang harus dipahami. “Yakni berpikir kritis dan melakukan verifikasi sumber informasi,” ujarnya. Dengan berpikir kritis, kita tidak serta merta menelan begitu saja seluruh informasi atau konten berita yang tersaji di hadapan.
Saat ini, terdapat beragam pilihan informasi yang diibaratkan pasar penuh dengan warna. Dengan adanya keberagaman ini, tentu ada beragam juga cara akses dan cara kerja media tersebut. Misalnya saja, terang Reza, antara televisi, radio, media digital dan media cetak, tentu tidak sama cara kerjanya. Secara rinci Reza pun menyampaikan karakteristik masing-masing media dan keunggulan yang dimiliki.
Pada prinsipnya seluruh media memiliki tujuan menyediakan informasi untuk publik, baik untuk hiburan, edukasi, ataupun informasi. Namun Reza mengingatkan, penting bagi pelajar untuk memahami media dan informasi yang diterima, agar tidak terjebak dalam berita palsu atau hoaks.
Tantangan dalam era keberlimpahan media saat ini adalah memastikan bahwa seluruh media yang diakses dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. “Kembali lagi, jangan sampai menjadi korban hoaks yang saat ini membayangi kualitas informasi di media digital,” tambahnya.

Dalam rangka mendapatkan pengetahuan yang tepat dan sesuai kebutuhan melalui media, Reza membagi tips kepada para pelajar di tanah kampung halaman Presiden Prabowo Subianto. Pertama memeriksa kredibilitas media, melakukan cross check, mewaspadai konten sensasional, serta melakukan keterampilan literasi dengan berpikir kritis dan melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkan atau membagikan informasi.
Kehadiran KPI Pusat di sekolah rakyat ini sangat diapresiasi oleh pelajar dan pendidik di sana. Beberapa pelajar diketahui sudah secara rutin menjadi pembuat konten di beberapa platform media digital. Tentunya sosialisasi yang disampaikan KPI menjadi bekal penting bagi mereka untuk berkreativitas di platform media digital secara bertanggungjawab.
Kehadiran KPI Pusat ini juga didampingi oleh Ketua KPI Daerah Sulut, Truly G Kerap dan anggota KPID lainnya, Youke FX Senduk. KPID sendiri berharap dengan sosialisasi ini, pelajar yang ada di sekolah rakyat menengah atas Tampusu dapat menjadi generasi yang cerdas dan bijak dalam menggunakan media, serta dapat menyebarkan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat.

