
Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih siaran yang berkualitas. Hal ini selaras dengan upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Harapan ini disampaikan Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, di acara "Show Mimah" yang digelar di sela-sela kegiatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke 92 di bilangan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu pagi (1/6/2025).
Menurutnya, proses menyeleksi ini sangat penting muncul di publik. Sehingga informasi maupun hiburan yang masyarakat konsumsi merupakan konten tayangan yang edukatif, informatif, menghibur, dan tanpa mengandung hoaks.
Dia juga menyampaikan bahwa Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) yang diperingati setiap 1 April, merupakan momentum untuk mengenang lahirnya SRV pada 1 April 1933, sebagai siaran radio pertama milik pribumi Indonesia.
“Mewarnai kampanye siaran sehat, KPI juga menyelenggarakan kegiatan sehat pada hari ini, yaitu jalan sehat atau fun walk dan zumba. Selain itu KPI ada banyak program, seperti literasi,” ujarnya.
Di panel informasi yang disediakan di sebelah pintu masuk area peringatan Harsiarnas, ditampilkan berbagai program siaran yang mendapatkan penghargaan, baik dari Anugerah Syiar Ramadhan (ASR), Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA), maupun Anugerah KPI. Ajang penghargaan tersebut bertujuan mengapresiasi lembaga penyiaran yang berkomitmen terhadap konten siaran yang berkualitas.

Menguatkan apa yang disampaikan Mimah, Komisioner KPI Pusat, Evri Rizqi Monarshi, menekankan pentingnya peran masyarakat. “Karena sebetulnya, pondasi awal untuk bisa menjaga bagaimana kemudian nanti keluarga bisa terinformasi ya masyarakat, harus pandai memilah dan memilih siaran berkualitas, tayangan yang sesuai martabat bangsa,” katanya.
Sementara itu, Komisioner KPI Pusat, Aliyah, menyampaikan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam tayangan. Menurutnya, banyak siaran yang sudah mengangkat nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dalam program-program mereka.
Sebagai penutup, dua bintang tamu dari kalangan muda, Novia dan Gunawan dari ajang bakat, mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam mengonsumsi media digital. “Jangan mudah terpengaruh oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Kita harus memilah dan memilih informasi yang kita terima,” pesan Novia.
“Jarang anak muda sekarang memperhatikan sopan santun dan attitude di media sosial, jadi ke depannya bisa lebih menjaga komunikasi di media massa,” imbuh Gunawan.
Peringatan Harsiarnas ini juga menjadi wadah strategis bagi KPI untuk terus menyosialisasikan pentingnya siaran yang sehat dan mendidik. Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam mewujudkan penyiaran berkualitas untuk masa depan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. ***/Anggita Rend/Foto: Agung R


