Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus mendorong kehadiran lembaga penyiaran radio di wilayah perbatasan dan terpencil. KPI akan membantu kemudahan pendirian lembaga penyiaran di wilayah tersebut. Demikian disampaikan Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, di depan anggota PRSSNI seluruh Indonesia pada saat acara Sidang Paripurna III PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia) di Hotel Ambhara Jakarta, Rabu, 27 Februari 2013.

“Bagi teman-teman yang ingin membangun radio di wilayah perbatasan, kita akan bantu. Kita sangat mendorong hal ini. Tolong kasih kepada kami data-datanya,” katanya didampingi Ketua PRSSNI, Rohmad Hadiwijoyo.

Menurut Riyanto, kehadiran radio di wilayah perbatasan sangat penting bagi masyarakat disana karena ini terkait dengan nilai-nilai dan rasa kebangsaan. Pasalnya, beberapa wilayah perbatasan seperti di Bengkalis, Riau, masyarakatnya lebih banyak menerima siaran radio dari Malaysia. Ada lebih dari 21 radio Malaysia yang siaran bisa diterima di wilayah Bengkalis.

Terkait kasus di Bengkalis, lanjut Riyanto, pihaknya mengusulkan kepada Pemerintah untuk mengubah aturan terkait klasifikasi C untuk siaran radio di wilayah seperti perbatasan. Sebaiknya, klasifikasi untuk siaran radio di wilayah tersebut dinaikan menjadi klasifikasi B supaya jangkauan siaran lebih luas. “Ini salah satu upaya meminimalisir tekanan dari siaran lembaga penyiaran asing,” katanya.

Selain itu, Riyanto juga mendorong radio mendukung dan membantu dalam pendidikan politik masyarakat dalam konteks Pemilu yang akan datang. “Saya minta supaya diberi kesempatan kepada KPU dan Bawaslu untuk menyampaikan pendidikan politik ini melalui iklan layanan masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, di awal acara, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Joko Suyanto menyampaikan harapan yang sama terkait kebutuhan informasi di wilayah perbatasan serta wilayah blankspot lainnya. Menurutnya, siaran radio akan membentuk dan memperkuat antusiasme warga di tempat-tempat yang jauh dan tidak terjangkau untuk bersatu. “Tentara-tentara yang bertugas di perbatasan, hiburannya hanya radio. Tidak ada media lain,” katanya. Red

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot