Jakarta - Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung mengatakan pada 2014 media akan digunakan sebagai alat kepentingan politik.

"Secara langsung atau tidak langsung media mempunyai pengaruh kekuatan politik," kata Akbar dalam sambutannya dalam acara Temu insan pers Peran Pers Dalam Dinamika Nasional Menjelang 2014, di Graha Insan Cita Depok, Rabu.

Akbar berharap agar media betul-betul menyalurkan informasi kepada masyarakat tanpa kepentingan politik. "Ini harus diatur dalam Undang-undang," katanya seperti dikutip antara dan investor daily.

Untuk itu, Akbar berharap aturan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau Undang-undang Pers dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. "Kita akui ada deviasi untuk kepentingan politik," ujarnya.

Akbar juga menilai media sosial yang semakin menguat akan bisa menguatkan proses demokrasi.

Ia mengatakan pemilik-pemilik media yang juga tokoh-tokoh politik, bisa berbuat agar demokrasi kita bisa meningkat. "Media penting untuk menjadi pendidikan politik guna menaikkan kualitas demokrasi," katanya.

Mantan Ketua HMI ini juga menilai bahwa kasus bocoran surat perintah penyidikan (sprindik) KPK terhadap Anas Urbaningrum lalu merupakan peranan media yang menyampaikan kepada masyarakat sehingga mempengaruhi kehidupan politik.

"Kita berharap kehidupan politik dan kualitasnya akan semakin membaik," katanya. Red

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot