altKansas - Muncul perdebatan baru mengenai iklan makanan dan kaitannya dengan epidemi obesitas. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak obesitas lebih rentan terbujuk iklan makanan di TV.

"Pertanyaannya saat ini adalah bagaimana cara mengiklankan produk makanan sehat pada anak-anak, terutama bagi mereka yang menderita obesitas," kata Dr Amanda Bruce, asisten profesor psikologi di University of Missouri-Kansas City, kepada stasiun penyiaran CBS, KCTV, di Kansas, (30/11).

Kasus obesitas di Amerika telah meningkat tiga kali lipat selama 30 tahun terakhir, berdasarkan perkiraan Centers for Disease Control and Prevention. Lebih dari sepertiga anak-anak di Amerika menderita kelebihan berat badan atau obesitas.

Akibatnya, mereka sangat rentan terhadap masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. Penelitian ini telah diterbitkan secara online 30 November dalam jurnal Journal of Pediatrics

Para ilmuwan mengatakan bahwa perusahaan menghabiskan lebih dari USD 10 miliar atau sekitar Rp 9,5 T per tahun untuk iklan makanan dan minuman anak. Semantara itu, 98 persen dari produk-produk tersebut memiliki kadar lemak, gula dan natrium yang tinggi.

Kasus peningkatan anak obesitas tidak hanya terjadi di Amerika, namun sudah menyebar di banyak negara. Biasakan pada anak untuk mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk tubuh. Hindari pula kebiasaan mengajak anak untuk makan menu cepat saji. Kesehatan anak adalah tanggung jawab orang tua! Red dari berbagai sumber

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot