Hongkong - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan KPID DKI Jakarta dalam lawatannya ke Hongkong menghadiri  Convensi Casbaa 2012 (cable and satellite broadcasting association of asia), menyempatkan diri bertemu langsung dengan Konsulat Jenderal RI untuk Hongkong, Teguh Wardoyo. Hadir dalam kesempatan tersebut komisioner KPI Pusat Azimah Subagijo sebagai ketua delegasi, Dadang Rahmat Hidayat dan Idy Muzayyad masing-masing sebagai anggota delegasi. Sementara itu, KPID DKI Jakarta yang turut hadir adalah Hamdhani Masil (Ketua), Evan (Wakil), Ronnie, Wahyudin, dan Ramli Darmo Sirait, masing-masing sebagai anggota. 

Pertemuan yang  diadakan di Kantor Konsulat RI di Hongkong pada 30 Oktober 2012 itu selain untuk mempererat silaturrahim KPI dengan Konjen RI tersebut, juga membahas tentang keinginan KPI terhadap konsulat RI di Hongkong agar dapat secara pro aktif menginformasikan tentang isu-isu mengenai perkembangan penyiaran khususnya di Hongkong kepada KPI. Hal ini mengingat Hongkong menjadi kantor pusat dari Casbaa yang sangat perhatian terhadap perkembangan lembaga penyiaran berbayar yang ada di Indonesia.Teguh Wardoyo dalam kesempatan tersebut menyambut baik keinginan KPI, dan berjanji akan mengupayakan apa yang KPI butuhkan tersebut.

Masih dalam kesempatan pertemuan itu, Teguh Wardoyo melihat peran KPI penting untuk menjaga citra Indonesia di mata asing melalui pengawasan penyiaran. “Isi media khususnya televisi sangat berpengaruh terhadap citra Indonesia di mata asing,” ujar Teguh. Menurutnya, jika televisi sering menyiarkan kekerasan seperti tawuran, pembunuhan, perampokan, atau juga perseteruan antar institusi negara, maka negara asing melihat Indonesia sebagai negara yang tidak aman. Dan hal ini tentu berdampak negatif bagi kepentingan Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Azimah Subagijo berjanji akan membawa isu ini dalam pertemuan nasional KPI sehingga seluruh KPID dari 33 provinsi dapat memahami tentang arti penting menjaga mutu isi siaran bagi kepentingan kebijakan luar negeri Indonesia.

Sementara itu, Dadang Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa  KPI saat ini juga tengah mengupayakan agar masyarakat di daerah-daerah perbatasan agar dapat memperoleh siaran dari lembaga penyiaran yang ada di tanah air. Hal ini mengingat saat ini masih banyak terjadi masyarakat Indonesia di daerah perbatasan yang lebih mudah menerima siaran asing daripada siaran dari televisi atau radio milik Indonesia. Mengenai hal ini, Teguh mengapresiasi kerja KPI yang cukup berat tersebut, karena ruang lingkup tugas KPI dalam menjalankan tugasnya mengawasi penyiaran sangat luas apalagi wilayah Indonesia yang bersifat kepulauan ini. “Indonesia negara besar, terdiri dari belasan ribu pulau. Beda dengan negara-negara lain seperti Cina dan Amerika Serikat sekalipun. Mereka lebih banyak daratan. Untuk itu, memang dibutuhkan kerja serius di bidang masing-masing agar Indonesia dapat bersaing dari negara-negara lain,” pungkas Teguh./Az


Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot