altJakarta – Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terdepan yang tidak masuk daerah perbatasan kenyataannya banyak yang belum tersentuh siaran lokal maupun nasional. Kondisi tanpa siaran ini harus menjadi perhatian dari semua pihak untuk juga menjadikannya sebagai daerah yang diprioritaskan mendapatkan bantuan siaran. Seperti yang terjadi di Pulau Palue di Kabupaten Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua KPID NTT, Mutiara Mauboi mengatakan, sampai saat ini masyarakat di pulau tersebut belum menikmati siaran dari televisi maupun radio. “Pulau ini, meskipun tidak berbatasan dengan negara lain, secara geografis berada di garis depan. Jumlah penduduknya cukup banyak dan kaya akan kearifan lokal. Mereka membutuhkan siaran dari lembaga penyiaran di pulau tersebut,” jelasnya.

Selama ini, masyarakat pulau Palue memperoleh informasi, baik berita daerah maupun berita nasional, melalui media cetak yakni koran. “Koran tersebut dibawa orang-orang seberang yang datang ke pulau tersebut dengan menggunakan kapal laut. Dari koranlah mereka mendapatkan informasi tentang Indonesia,” kata Mutiara kepada kpi.go.id.

Di Pulau Palue terdapat sebuah gunung merapi yang masih aktif. Dengan adanya lembaga penyiaran, masyarakat yang ada disekitar gunung bisa memperoleh kabar secara cepat melalui siaran dari lembaga penyiaran mengenai keadaan gunung tersebut jika dalam keadaan tanggap bencana.

“Masyarakat disana, jika mengadakan suatu pertemuan akan menyampaikan pengumuman dengan terlebih dahulu naik ke pohon tertinggi. Dari pucuk pohon tersebut, dengan berteriak sekeras-kerasnya mereka menyampaikan maksud dan tujuannya. Dulu pernah ada mahasiswa lulusan Jogja membawa perangkat siaran radio, karena takut kena sweeping akhir radio tersebut ditutup,” ungkap Mutiara.

Menurut Mutiara, siaran televisi nasional dalam hal ini TVRI, hanya ada di kota Kupang, kabupetan Kupang dam Belu. Siaran RRI hanya ada di tiga kota/kabupaten yakni Kupang, Belu dan Ende. Red

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot