Jakarta -  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pada 14 September 2012 menerima kunjungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan KPI Daerah (KPID) Propinsi Bali yang ingin berkonsultasi mengenai KPID Award yang akan dilaksanakan kali pertama di Bali pada 21 September 2012.

Ezki Suyanto, Wakil Ketua KPI Pusat yang menerima kunjungan tersebut menyambut dengan baik. Menurut Ezki, dengan adanya KPID Award, KPI bukan hanya memberikan sanksi atau peringatan tetapi juga memberikan penghargaan yang dapat menjadi motivasi lembaga penyiaran agar tayangan-tayangannya dapat menjadi lebih baik.

KPID Award Bali akan diikuti oleh 38 lembaga penyiaran, yaitu 28 radio lokal, dan 10 stasiun TV lokal dan nasional dengan 80% adalah mengenai budaya lokal di daerah Bali.

I Made Putu Widiawan, Anggota KPID Bali yang hadir dalam kunjungan tersebut menginginkan masukkan-masukkan dari KPI Pusat yang telah melaksanakan KPI Award sebanyak 5 kali. I Made Putu mengharapkan KPID Award Bali dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Kemudian, Ketua Komisi I DPRD Bali, I Made Arjaya menyarankan agar dalam proses penjurian diharapkan banyak juri dari luar yang mempunyai kredibilitas tinggi agar apa yang diputuskan mempunyai nilai lebih dan mampu menumbuhkan kebanggaan. Sehingga, kedepannya lembaga penyiaran dapat terpacu untuk membuat siaran yang baik untuk mendapatkan penghargaan dari KPI.

Disamping itu, I Made Arjaya menambahkan soal anggaran KPID Award akan terus dianggarkan agar dapat berlanjut tiap tahunnya. KPID Bali juga telah mendapatkan anggaran untuk peralatan pemantauan, sehingga dapat lebih meningkatkan kinerja KPID Bali. Ke depannya anggaran akan lebih kepada operasional kinerja dan sosialisasi KPID Bali terhadap lembaga penyiaran dan masyarakat agar lebih diketahui oleh masyarakat Bali. Red/ST


Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot