altJakarta - KPI Pusat kembali melayangkan teguran kepada program siaran "Waktunya Kita Sahur" Trans TV pada tanggal 13 Agustus 2012. Teguran ini merupakan kali kedua setelah mendapatkan teguran pertama dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat tanggal 25 Juli 2012. Pelanggarannya masih sama yaitu menayangkan adegan yang melecehkan orang dengan kondisi fisik tertentu atau dengan orientasi seks dan identitas gender tertentu serta pelanggaran atas norma kesopanan dan norma kesusilaan. 

Menurut KPI, adegan yang tayang pada tanggal 9 Agustus 2012 masih berkutat pada melecehkan fisik seseorang seperti adegan Wendy mengolok-olok gigi Kiwil dan mengatai Kiwil dengan sebutan "monyong". Selanjutnya bibir Kiwil disebut oleh Tara dengan "karet gelang" dan Jessica mengomentari Kiwil, "Mangkanya tuh gigi jangan kemancungan, dibehel".

Adegan lainnya pada saat Olga menyebut Adul, "bentuknya kaya coklat payung", "badan kamu kayak boneka santet", dan "kayak ceret". Selanjutnya, Deni menyebut Adul, "kecil banget kayak tokek bohlam". Dan Wendy mengatai Olga, "TKS, tenaga kerja sekong".

Selain tanggal 9 Agustus 2012, KPI Pusat juga menemukan pelanggaran pada tanggal 7 Agustus 2012, yaitu adegan Olga disoraki penonton dengan nyanyian "orang gila" berulang-ulang dan Olga menyebut Adul, "anak bantet". KPI Pusat juga melihat program ini masih menampilkan pria yang menggunakan kostum perempuan dan bergaya keperempuan-perempuanan.

Dengan adanya pelanggaran tersebut, KPI Pusat memutuskan memberikan teguran kedua karena program ini kembali melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 15 ayat (1) huruf b dan c, dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran (SPS) Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) huruf b dan d, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.

KPI Pusat akan tetap melakukan pemantauan terhadap program ini. Bila masih ditemukan pelanggaran KPI Pusat akan meningkatkan sanksi administratif berupa penghentian sementara.Red

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot