Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis pada Program Siaran “Waktunya Kita Sahur” yang tayang di Trans TV karena menayangkan adegan yang melecehkan orang dengan kondisi fisik tertentu atau orang dengan orientasi seks dan identitas gender tertentu.
Pelanggaran yang terjadi pada 21 Juli pukul 02.30 WIB adalah menampilkan adegan-adegan, seperti : 1. Denny Cagur mengomentari bentuk gigi Kiwil, "Kalau dari penampilan ada yang beda yaa..badannya agak mengecil, tapi giginya agak membesar yaa..". 2. Olga menyebut Adul, "Roti Unyil". 3.Wendy Cagur berkata kepada Olga, "Ngakunya satu, padahal setengah..Setengah laki setengah cewek..". 4. Wendy Cagur memukul wajah Olga dengan menggunakan kertas daftar pertanyaan kuis. 5. Raffi Ahmad mengatai Narji dan Kiwil, "Ehh penonton, ini dua orang nih kalo main bola offside terus". 6. Pada saat Jessica akan memeluk Adul, Wendi Cagur berkata, "Penonton, Jessica sih ngerasanya nggak pas, Adulnya mah..pas banget". 7. Olga berkata kepada penonton yang bergigi tonggos, " Kalo saya mau kasih saran, mbak jangan dibehel pakai kawat dari dokter...Cuma saran doang, kalo bisa pake kawat yang depan MPR tuh". 8. Wendy menyanyikan lagu yang syairnya berbunyi: "Ketemu Olge di depan rumeh, kayak orang gile udah tumpah otaknye".
Jenis pelangaran tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepada orang dan/atau masyarakat tertentu, perlindungan anak, norma kesopanan dan kesusilaan, serta penggologan program siaran.
Selain pelanggaran tersebut, KPI Pusat menemukan pelanggaran yang sama pada program yang ditayangkan 22 Juli 2012, yaitu adegan : 1. Adul memasukkan sesuatu ke dalam mulut Olga. 2. Olga mengatai Adul "celengan ayam". 3. Ikatan kain di bawah hidung seseorang pemain dikencangkan oleh Wendy hingga orang tersebut tampak kesakitan. 4. Orang berkulit hitam dikatai Wendy, "Dia bukan paling mateng, tapi telat diangkat". 5. Seorang pemain tampak kesakitan karena kabel telepon ditarik melewati selangkangannya. 6. Tyson yang tidak bisa menyebut kata "lautan" dikatai "goblok" oleh Olga. 7. Adul disebut Olga, "Gayung Cendol" dan disebut Wendy, "Kalau kerendem di gula, mumbul lagi". 8. Adul dikatai Olga, "bentuknya kayak mangkok serabi". 9. Olga berkata, "Kecapnya kecut kaya ketek alay". 10. Adul ditakut-takuti dengan ular karet. 11. Raffi ditakut-takuti dengan monyet. 12. Olga berkata saat Tyson tampak tidak takut terhadap monyet: "Tyson mah ngga takut..orang dia bapaknya". 13. Olga mengatai Raffi, "Berondng pe'a". 14. Wendy mengatai Kiwil, "Semakin lama semakin maju..giginya". 15. Olga mengatai Adul, " Lucu sekali yaa.. baru kali ini saya lihat yang namanya sendok bebek breakdance". 16. Wendy mengatai Narji lewat pantun: "Si wawan pake minyak nyong-nyong, jutawan bibirnya monyong". 17. Wendy mengatai Narji, "Bapak Leonardji, giginya kayak gergaji".
Dalam surat No. 452/K/KPI/07/12 tertanggal 25 Juli 2012 yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto memutuskan bahwa tindakan menayangkan adegan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran KPI tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 ayat (2), Pasal 15 ayat (1) huruf b dan c, dan Pasal 21 ayat (1) serta Standar Program Siaran Pasal 9, Pasal 15 ayat (1), Pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) huruf b dan d, dan Pasal 37 ayat (4) huruf a.
Dalam tayangan dua hari tersebut, KPI Pusat melihat program sering mempertunjukan adegan yang menampilkan pria menggunakan kostum perempuan dan bergaya keperempuan-perempuanan.
Program yang berklasifikasi R-BO yang ditayangkan pada jam tayang tersebut, banyak ditonton oleh khalayak anak. Karena itu, KPI Pusat menilai adegan tersebut dapat memberikan contoh perilaku yang tidak pantas bagi anak. KPI Pusat juga meminta agar adegan tersebut tidak lagi ditampilkan dalam program untuk selanjutnya. Red/ST

