Semarang - Sidang II Rapim KPI 2012 bidang Perizinan (Infrastruktur Penyiaran) bahas persoalan penguatan penyiaran perbatasan. Hal ini penting dalam upaya mencegah degradasi nasionalisme pada masyarakat di wilayah perbatasan. Hal itu disampaikan Anggota KPI Pusat, Judhariksawan, di sela-sela sidang di Hotel Crowne Plaza, Semarang, 6 Juli 2012.
“Hal ini juga penting untuk mencegah adanya pengakuan dari negara lain atas wilayah kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” tegas Judha.
Sejumlah KPID yang menyampaikan pendapatnya turut mendukung adanya penguatan penyiaran di wilayah perbatasan. Tidak itu saja, mereka juga meminta daerah lain yang terluar atau terdepan turut dikuatkan. Seperti yang disampaikan Sigan Rajabni, Ketua KPID Bengkulu.
“Pulau Enggano di Bengkulu letaknya terluar. Meskipun tidak berbatasan langsung dengan negara lain, Enggano memerlukan perhatian dan penguatan juga. Masyarakat di sana butuh informasi nasional,” kata Sigan.
Selain membahas perbatasan, persoalan digitalisasi menjadi salah satu pembahasan dalam sidang ini. Hampir sebagian besar pendapat yang mencuat dalam sidang ini menolak permen digitalisasi serta rencana seleksi digital oleh pemerintah. Red

