Pontianak -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat menyiapkan sejumlah program strategis pada tahun 2026 dengan fokus penguatan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta adaptasi terhadap transformasi digital penyiaran.

Ketua KPID Kalbar, Ramdan, mengatakan sejak dilantik pada 30 Desember 2025, jajaran komisioner langsung bekerja secara maraton melalui rapat-rapat pleno untuk membahas struktur organisasi hingga program kerja masing-masing bidang.

“Seluruh program telah dirumuskan secara kolektif dalam rapat pleno, termasuk program yang menyasar kerja sama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun lembaga penyiaran di Kalimantan Barat,”ujar Ramdan, Kamis (8/1/2026).

Selain penguatan kelembagaan, KPID Kalbar kata Ramdan juga memberi perhatian pada peningkatan kapasitas internal melalui program pengembangan sumber daya manusia.

“Program ini akan melibatkan tenaga ahli di bidang penyiaran untuk memperkuat pemahaman dan kompetensi komisioner serta secretariat,” ujar Ramdhan. 

Ramdan menilai, kondisi penyiaran saat ini menuntut kolaborasi yang lebih luas, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan masifnya media sosial. Meski demikian, KPID Kalbar tetap mendukung transformasi digital tanpa mengesampingkan eksistensi lembaga penyiaran konvensional.

Ia menegaskan, radio dan televisi masih memiliki peran penting dalam penyampaian informasi kepada publik. Oleh karena itu, KPID Kalbar akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap mengikuti dan memanfaatkan siaran lembaga penyiaran.

Terkait maraknya media sosial, Ramdan menyebut lembaga penyiaran terus melakukan pembenahan dan adaptasi. “KPID Kalbar pun siap bermitra serta mendampingi lembaga penyiaran agar tetap relevan dan diminati masyarakat di tengah perubahan ekosistem media,” ucap Ramdhan. Red dari berbagai sumber

 

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot