Pekanbaru -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau terus mendorong hadirnya siaran yang sehat, edukatif, dan beretika. Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau (Fikom UIR) sebagai tuan rumah, KPID Riau menggelar kegiatan Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Rabu (22/10/2025).
Sekolah P3SPS ini menjadi langkah konkret KPID Riau untuk membumikan penyiaran yang sesuai nilai budaya lokal, edukatif, dan selaras dengan semangat digitalisasi informasi yang sehat.
Wakil Rektor III Universitas Islam Riau, Dedi Purnomo, menyampaikan terima kasih kepada KPID Riau yang telah mempercayakan UIR sebagai tuan rumah. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam membangun kesadaran akan pentingnya penyiaran yang berkualitas.
“Arus informasi saat ini sangat deras, maka diperlukan penyiaran yang beretika dan tidak menyesatkan. UIR siap menjadi mitra strategis dalam membangun penyiaran yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPID Riau, Bambang Suwarno, menekankan bahwa era digital telah mengubah perilaku masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, saat ini mayoritas masyarakat mengakses informasi melalui internet dan media sosial, bukan hanya dari media konvensional.
“Sebanyak 80 persen penduduk Indonesia mengakses internet, mayoritas dari kalangan muda. Ini menjadi tantangan pengawasan penyiaran. Karena itu, revisi terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sangat penting,” katanya.
Bambang juga mengajak perguruan tinggi untuk ikut mendorong revisi undang-undang tersebut agar pengawasan isi siaran dapat lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mengusulkan agar lembaga penyiaran mengalokasikan 10 persen kontennya untuk konten lokal bekerja sama dengan mahasiswa.
“Kami terbuka terhadap kolaborasi. Mahasiswa bisa dilibatkan dalam menciptakan konten lokal yang mengangkat budaya dan identitas daerah,” tegasnya.
Plt Kadis Kominfotik Riau, Teza Darsa, menyatakan dukungan penuh terhadap program KPID Riau. Ia menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk memperkuat literasi media di masyarakat.
“Kita ingin Riau bersinar di dunia penyiaran. Siaran bukan hanya hiburan, tapi juga sarana pendidikan, pembentukan karakter, dan perekat bangsa,” ujarnya. Red dari berbagai sumber

