Semarang -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dan LPP RRI Semarang menjajaki kerja sama untuk mendukung lembaga penyiaran daerah. Sebab, saat ini banyak lembaga penyiaran daerah di Jawa Tengah yang menghadapi kondisi tidak baik- baik saja.

Ketua KPID Jateng, Muhammad Aulia Assyahidi, menyebut upaya ini guna mendukung lembaga radio di daerah agar tetap bisa bertahan dengan siaran yang berkualitas. "Kami berharap, lembaga-lembaga penyiaran yang sedang kesulitan tetapi membutuhkan materi yang berkualitas bisa dapat menjalin kerja sama dengan difasilitasi KPID," tuturnya usai menyambangi RRI Semarang, Rabu (3/9/2025).

Rencana kerja sama tersebut akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS). Nantinya, jika kerja sama telah terwujud, ratusan lembaga penyiaran di daerah dimungkinkan akan merelai berita dan konten siaran RRI Semarang lainnya.

Konten RRI dinilai layak didistribusikan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat benar dan teruji. Adapun, ditanya mengenai respon radio swasta mengenai rencana kerja sama ini, Aulia menyebut mereka menyambut gembira.

Tak hanya relai berita dan siaran RRI, kerja sama ini juga akan ditindaklanjuti dengan pelatihan. KPID menyiapkan program pelatihan bersama RRI bagi insan penyiaran agar konten yang dihasilkan semakin bermutu.

"Kemungkinan, dalam waktu dekat. Kita akan mengadakan pelatihan juga dengan lembaga penyiaran agar lebih bisa menghasilkan program-program yang bermutu dan yang menjadi rujukan RRI," terangnya.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, semakin banyak radio swasta yang merelai siaran RRI, maka informasinya akan semakin luas diterima oleh masyarakat.

"Saya juga justru lebih senang kalau siaran-siaran kami direlai oleh radio-radio swasta. Satu, membantu mereka, kedua, jangkauan semakin luas, teman-teman juga senang produknya itu tidak hanya dinikmati oleh RRI tapi oleh lembaga lain," tuturnya.

Atik optimistis, langkah ini akan menguatkan RRI sebagai rujukan informasi publik. Kolaborasi juga diharapkan memperkuat ekosistem penyiaran yang sehat dan berintegritas di Jawa Tengah. Red dari berbagai sumber

 

 

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot