Siaran Pers KPI Pusat

Nomor: 09/KPI/HM.02.02/12/2025

Anugerah KPI 2025: Penyiaran Berdaulat Menjaga Indonesia

Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggelar Anugerah KPI 2025 dengan tema “Penyiaran Berdaulat Menjaga Indonesia”. Di ajang Anugerah KPI tahun ini diperlombakan 20 kategori dan satu penghargaan Lifetime Achievement. 

Para pemenang Anugerah KPI 2025 akan diumumkan dalam acara puncak Anugerah KPI 2025 yang akan disiarkan langsung oleh Nusantara TV (NTV) dan Youtube Media Center KPI Pusat, Rabu (10/12/2025), mulai Pukul 19.00 WIB. 

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, yang juga PIC Anugerah KPI 2025 mengatakan, Anugerah KPI merupakan ajang apresiasi tertinggi bagi lembaga penyiaran, pemerintah daerah dan insan penyiaran yang telah berjasa serta berkontribusi besar dalam bidang penyiaran di tanah air. 

“Ajang ini merupakan salah satu medium kami untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk lembaga penyiaran dan semua pihak yang telah bekerja keras, mengeluarkan ide-ide cerdasnya, membuat program acara yang tidak hanya menghibur tapi juga menyampaikan nilai-nilai positif, edukatif serta selaras dengan tujuan utama dari penyiaran nasional kita,” jelas Ubaidillah dalam jumpa pers sebelum Anugerah KPI 2025, Rabu (10/12/2025). 

Berdasarkan data KPI Pusat, antusiasme lembaga penyiaran untuk terlibat dalam Anugerah KPI 2025 masih tinggi. Tahun ini, tim panitia KPI Pusat mencatat ada 141 lembaga penyiaran yang ikut serta. Ke 141 lembaga penyiaran ini terdiri dari 44 lembaga penyiaran TV dan 97 lembaga penyiaran radio. 

Sedangkan program acara yang ikut dalam Anugerah KPI 2025 berjumlah 381 program acara yang terdiri atas 103 program acara TV dan 278 program acara radio. “Kami sampaikan terima kasih dan apresiasinya atas partisipasi aktif dari lembaga penyiaran dalam Anugerah KPI tahun ini,” ujar Ubaidillah.

Ubaidillah juga menegaskan eksistensi lembaga penyiaran (TV dan radio) di era disrupsi media makin penting. Fungsinya menjadi lebih sentral yakni sebagai media penjernih di tengah banjir disinformasi dan hoaks. “Media penyiaran merupakan benteng pertahanan terakhir dari informasi palsu dari media berbasis internet,” ujarnya. 

Sementara itu, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat Aliyah, menjelaskan maksud tema “Penyiaran Berdaulat Menjaga Indonesia” yakni bahwa seluruh industri media di tanah air harus bebas dari intervensi kepentingan kelompok tertentu yang merugikan dan harus berpihak pada kepentingan nasional, Pancasila, dan UUD 1945.

“Apalagi di era media baru sekarang ini, dimana segala bentuk informasi dan konten begitu bebas masuk ke ruang-ruang pribadi kita, tanpa filter dan tanpa pengawasan. Jadi, melalui kedaulatan penyiaran, kita akan mampu membentengi dari segala bentuk ancaman tersebut dan juga menjaga Indonesia,” jelas Aliyah.  

Aliyah juga menyampaikan peran KPI dalam menjaga ekosistem media melalui pengawasan siaran yang ketat. Karena itu, pihaknya menjamin yang disiarkan TV dan radio berada dalam koridor regulasi dan pedoman yang berlaku. 

“Jika ditemukan ada pelanggaran atau tidak sesuai dengan acuan, kami akan segera melakukan tindakan atau sanksi. Tapi tidak hanya punishment saja, kami pun memberikan apresiasi untuk lembaga penyiaran yang telah berusaha dan konsisten memberikan program-program siaran terbaiknya bagi masyarakat lewat ajang anugerah yang kami selenggarakan seperti Anugerah Syiar Ramadan, Anugerah Penyiaran Ramah Anak dan Anugerah KPI,” katanya.     

Aliyah juga mengajak masyarakat, pemangku kepentingan dan seluruh komponen terkait untuk berkolaborasi dalam menjaga ruang siar nasional. “Kita harus siap menghadapi tantangan penyiaran yang terus berkembang. Kami pun ingin memastikan semua platform siaran tersebut turut serta menjaga Indonesia dari konten yang memecah belah atau merusak moralitas bangsa,” ujar Aliyah. 

Komisioner sekaligus Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, Tulus Santoso, menyatakan penjurian Anugerah KPI 2025 dilakukan secara obyektif dan berintegritas. Adapun tim juri Anugerah KPI 2025 berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kementerian dan Lembaga, Tokoh Masyarakat dan KPI Pusat. 

“Prosesnya sangat ketat. Ke 381 program acara yang masuk ke kami tadi harus memulai seleksi dari di penilaian Tim Litbang KPI terkait indeks kualitasnya. Berlanjut ke tahap berikutnya di bagian pemantauan terkait jumlah tagging. Kemudian ke bagian pengaduan terkait jumlah aduan dan setelahnya ke bagian penjatuhan sanksi terkait jumlah sanksi. Kita benar-benar memastikan program-program tersebut tidak terindikasi di tahapan tersebut. Setelah lolos dari proses tersebut, tahapan selanjutnya masuk ke tim juri yang melakukan seleksi untuk menilai dan menetapkan siapa pemenangnya dalam rapat dewan juri. Prosesnya panjang dan melelahkan untuk menentukan siapa yang terbaik,” jelasnya.

Tulus juga menyampaikan tujuan dari Anugerah KPI yakni untuk menemukan program acara dan lembaga penyiaran yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu menjadi role model dalam menghasilkan konten yang mendidik, informatif, dan menginspirasi, serta konsisten dalam menjaga moralitas publik. 

“Harapan terbesar kita dari ajang ini adalah program-program terbaik tersebut menjadi contoh bagi yang lainnya. Kemudian, semuanya berlomba-lomba menciptakan program-program siaran yang berkualitas. Sehingga ruang dengar dan pandang publik kita didominasi dengan siaran dan tayangan berkualitas,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan Nusantara TV menyatakan, kesediaan pihaknya menjadi tuan rumah siaran langsung Anugerah KPI 2025 adalah bentuk komitmen lembaga penyiaran dalam mewujudkan siaran yang sejalan dengan amanah dari regulasi yang berlaku. Hal ini bagian dari upaya lembaga penyiaran mewujudkan alokasi waktu siaran untuk konten lokal, program-program berita yang independent serta promosi tayangan yang mempersatukan bangsa.

“Kami selaku host broadcaster Anugerah KPI 2025 serius mempersiapkan gelaran ini. Upaya ini bagian dari dukungan kami bersama KPI untuk mewujudkan tayangan-tayangan yang berkualitas. Kami berharap melalui siaran langsung Anugerah KPI 2025 ini, masyarakat jadi mengetahui program-program siaran yang berkualitas dan layak ditonton,” jelas perwakilan NTV.

Dalam kesempatan itu, NTV menyampaikan komitmennya terkait pelaksanaan siaran berjaringan dengan memberdayakan stasiun lokal. “Kita ikut memastikan suara, budaya dan isu-isu di daerah dapat terangkat ke tingkat nasional, sehingga penyiaran kita benar-benat mencerminkan keberagaman nusantara,” tutupnya.     

Sementara itu, perwakilan Talen atau Pengisi Acara Anugerah KPI 2025 menyampaikan, pentingnya para talen atau pengisi acara menginternalisasi dan menyampaikan nilai-nilai keberagaman, persatuan dan budaya lokal Indonesia dalam sisipan programnya. “Karena kami sebagai pengisi acara merupakan wajah terdepan penyiaran yang bertanggung jawab menghadirkan konten yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memperkuat ikatan kebangsaan,” katanya. 

Ia pun mengemukakan komitmen para talen (pengisi acara) untuk terus berinovasi dalam format program (hiburan, edukasi, informasi) sambil tetap menjunjung tinggi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). “Kami ingin memastikan konten yang disajikan bermoral dan mencerdaskan bangsa, sejalan dengan semangat penyiaran berdaulat,” ujarnya. 

Menutup penyampaiannya, perwakilan talen mengajak masyarakat untuk aktif menjadi "audien cerdas" yang turut berpartisipasi dalam mengawasi kualitas siaran. Menurutnya, masyarakat menjadi penentu akhir dari semua itu. “Kedaulatan penyiaran adalah kedaulatan penonton,” tandasnya. ***

 

 

Hak Cipta © 2026 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.
slot