Merasa Ditekan, Media Publik AS Sampaikan Argumennya ke Kongres dan Pengadilan
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 6100

Jakarta – Beberapa waktu lalu, para pejabat penyiaran publik dari seluruh negara bagian di Amerika Serikat berencana untuk turun ke Capitol Hill dengan harapan dapat meyakinkan para anggota parlemen untuk mempertahankan pendanaan federal mereka meskipun ada tekanan dari Presiden Trump dan para sekutunya.
Pendanaan dari pemerintah federal mencakup setengah dari anggaran tahunan beberapa stasiun televisi dan radio publik lokal.
Adapun upaya lobi tersebut menyusul serangan multicabang dari pemerintahan Trump terhadap keuangan dan independensi media publik, dengan fokus khusus pada PBS dan NPR, masing-masing jaringan televisi dan radio publik nasional yang dominan.
Gedung Putih (Pemerintah Trump) menyebut program NPR dan PBS sebagai "propaganda radikal" dan menganggap pengeluaran federal untuk media publik sebagai pemborosan uang pembayar pajak.
Sebagian besar uang tersebut masuk ke stasiun penyiaran publik lokal, bukan jaringan nasional.
"Saya sangat khawatir tentang hal itu," kata Dina Polkinghorne, manajer umum sementara stasiun di pedesaan Philo, California, saat berbicara di acara urusan publik Forum di KQED. "Saya belum pernah melihat radio komunitas dalam situasi yang begitu berbahaya."
Sekitar 190 pejabat dari stasiun lokal di seluruh negeri terbang ke kantor pusat NPR di Washington, D.C. minggu ini untuk menyusun strategi dan meyakinkan para anggota parlemen tentang layanan yang mereka berikan – dan kesetiaan audiens mereka (yang sering kali terbukti sebagai pemilih yang terlibat).
Senator Alaska Lisa Murkowski, seorang Republikan, telah mengumumkan dukungannya. Dalam sebuah opini yang diterbitkan di Fairbanks Daily News-Miner dan di situs web Senat miliknya, Murkowski menulis bahwa stasiun penyiaran publik di Alaska tidak hanya memberi informasi kepada masyarakat, tetapi juga menghubungkan mereka melalui program budaya yang membahas masalah kesehatan mental, dan berfungsi sebagai sistem peringatan "untuk bencana alam, pemadaman listrik, anjuran untuk merebus air, dan peringatan lainnya."
"Kami memperoleh layanan penting ini dengan biaya yang relatif kecil," tulisnya. "Apa yang mungkin tampak seperti pengeluaran yang tidak penting bagi sebagian orang telah terbukti menjadi sumber daya yang sangat berharga yang menyelamatkan nyawa di Alaska."
Stasiun Polkinghorne, KZYX, melayani daerah pesisir pedesaan di utara Bay Area yang relatif tertekan secara ekonomi dan telah mengalami kebakaran hutan dan badai musim dingin.
Ia mengatakan meskipun penduduk dapat menonton stasiun TV lokal yang berbasis di Bay Area, tidak ada satu pun yang melayani daerahnya. "Jadi radio adalah satu-satunya," katanya. "Orang-orang bergantung pada kami untuk berita terkini semacam itu agar mereka tetap aman dan terinformasi."
Polkinghorne mengatakan kepada KQED bahwa dana federal – sekitar $174.000 per tahun – merupakan 25% dari pendapatan tahunan stasiun tersebut.
Pejabat yang mengelola setengah lusin stasiun media publik berbicara kepada NPR News untuk cerita ini dengan syarat mereka tidak dikutip, dengan alasan sensitivitas saat itu. Red dari berbagai sumber
Pakistan Larang Siaran Lagu India di Radio
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 8624

Islamabad -- Menteri Informasi dan Penyiaran Federal, Attaullah Tarar, Kamis (01/05) memuji keputusan berprinsip Asosiasi Penyiaran Pakistan (PBA) untuk menghentikan penyiaran lagu-lagu India di stasiun-stasiun Radio FM Pakistan mengingat situasi terkini yang terus berkembang pesat.
“Sikap patriotik ini sangat dihargai dan mencerminkan sentimen kolektif seluruh bangsa. Hal ini menunjukkan rasa solidaritas nasional yang kuat atas nama PBA,” katanya.
Ia sangat menghargai inisiatif PBA di atas yang menjunjung tinggi martabat dan kedaulatan bangsa. “Ini menunjukkan bahwa kita semua bersatu dalam mempromosikan persatuan nasional dan mendukung nilai-nilai inti selama masa-masa sulit seperti ini,” ucapnya.
Ia mengakui dengan bangga upaya semua pemangku kepentingan media yang terus bertindak demi kepentingan nasional. Dan mendukung upaya pemerintah yang diarahkan untuk mempromosikan persatuan, perdamaian, dan patriotisme. Red dari berbagai sumber
Unggah Konten Sensitif, Perusahaan Penyiaran di Malaysia Kena Denda
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 10324

Jakarta - Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menjatuhkan sanksi denda sebanyak 250.000 ringgit (lebih dari Rp900 juta) kepada sebuah perusahaan penyiaran karena unggahan konten media sosial yang menyentuh isu agama, ras dan lembaga kerajaan (3R).
MCMC dalam pernyataan dikeluarkan di Cyberjaya, Senin, mengatakan telah menerima banding dari Maestra Broadcast Sdn Bhd selaku operator Era FM, radio yang mengunggah konten TikTok yang dianggap menyinggung masyarakat multiras, setelah pemberitahuan penangguhan lisensi perusahaan penyiaran tersebut pada Jumat (7/3/2025) lalu.
Komisi yang khusus menangani isu komunikasi dan multimedia itu memutuskan tidak menangguhkan lisensi perusahaan penyiaran tersebut, tetapi mengenakan denda sebesar 250.000 ringgit atas kesalahan melanggar Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998.
Pertimbangan yang MCMC ambil yakni sudah ada tindakan oleh perusahaan pemegang lisensi, permohonan maaf dari pihak yang terlibat, serta dampak penangguhan terhadap stasiun radio Melody dan Mix FM yang juga beroperasi di bawah lisensi yang sama.
MCMC mengatakan menganggap serius tindakan mengunggah konten yang dapat mengakibatkan ketegangan antara umat beragama atau mengganggu keharmonisan masyarakat multiras di negara tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pun telah memberikan teguran kepada semua pihak agar tidak menyentuh itu 3R, setelah ada pihak yang dipercayai menyinggung sensitivitas penganut agama lain. Red dari berbagai sumber
Trump Bekukan Anggaran VOA
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 11218

Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membekukan anggaran lembaga penyiaran dan media pemerintah yang bernaung di bawah Badan Media Global AS (U.S. Agency for Global Media/USAGM). Keputusan ini berdampak pada berbagai jaringan penyiaran, termasuk Voice of America atau VOA.
Menurut laporan dari The Japan Times, keputusan pembekuan ini diumumkan secara tiba-tiba pada Sabtu, hanya sehari setelah Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada Jumat yang menetapkan USAGM sebagai salah satu elemen birokrasi federal yang telah ditentukan presiden sebagai tidak perlu.
Langkah itu disebut sejalan dengan kebijakan Trump sebelumnya yang telah menghapus sejumlah institusi pemerintah, seperti badan bantuan global AS dan Departemen Pendidikan.
Akibat dari keputusan tersebut, ratusan staf yang bekerja di berbagai jaringan media di bawah naungan USAGM menerima email pemberitahuan pada akhir pekan. Dalam email tersebut, mereka diberitahu bahwa mereka dilarang masuk ke kantor dan diwajibkan untuk menyerahkan semua perlengkapan kerja, termasuk izin pers serta peralatan yang sebelumnya diberikan oleh kantor masing-masing.
Kari Lake, mantan pembawa berita yang dikenal sebagai loyalis Trump dan yang dinominasikan untuk menjabat sebagai direktur VOA, mengeluarkan pernyataan keras terkait langkah ini.
Dalam pernyataannya, ia menyebut USAGM sebagai "pembusukan raksasa dan beban bagi pembayar pajak Amerika." Menurut Lake, lembaga tersebut "tidak dapat diselamatkan" dan harus dikerdilkan ke ukuran sekecil mungkin sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
Profil Voice of America (VOA)
Voice of America (VOA) merupakan lembaga penyiaran multimedia internasional yang dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat. Dikutip dari laman voice voa dan usa.gov, lembaga ini memproduksi dan menyiarkan berita, informasi, serta program budaya dalam lebih dari 40 bahasa di berbagai platform, termasuk televisi, radio, media sosial, dan internet. Dengan jangkauan luas, VOA memiliki audiens mingguan yang diperkirakan mencapai lebih dari 354 juta orang di seluruh dunia.
Dilansir dari laman resminya, sejak didirikan pada tahun 1942, VOA berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, objektif, dan komprehensif. Sepanjang sejarahnya, VOA telah memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi selama berbagai peristiwa besar dunia, seperti Perang Dunia II, Perang Dingin, dan perang melawan terorisme global, serta dalam mendukung perjuangan untuk kebebasan dan demokrasi di berbagai belahan dunia.
Sebagai bagian dari USAGM, VOA mendapatkan pendanaannya dari Kongres Amerika Serikat. Namun, untuk menjaga independensi jurnalistiknya, lembaga ini dilindungi oleh sistem "firewall" yang diatur dalam U.S. International Broadcasting Act tahun 1994. Aturan ini secara tegas melarang campur tangan dari pejabat pemerintah dalam penyajian berita, sehingga memastikan bahwa VOA tetap beroperasi dengan standar jurnalistik tertinggi dan bebas dari pengaruh politik.
VOA memiliki misi utama untuk menyediakan berita dan informasi yang dapat dipercaya bagi audiens globalnya. Lembaga ini memanfaatkan berbagai platform digital, televisi, dan radio untuk menjangkau pendengar dan pemirsa di seluruh dunia. Selain itu, VOA juga bekerja sama dengan lebih dari 3.500 stasiun afiliasi untuk mendistribusikan kontennya melalui satelit, kabel, FM, dan MW.
VOA beroperasi berdasarkan Piagam Voice of America (VOA Charter) yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Gerald R. Ford pada 12 Juli 1976. Piagam ini menetapkan tiga prinsip utama yang harus dipatuhi dalam setiap siaran VOA, yakni.
1. VOA menjadi sumber berita andal yang konsisten dan terpercaya. Berita VOA akurat, obyektif dan komprehensif.
2. VOA mewakili Amerika, bukan golongan tertentu saja, dan oleh karena itu akan menyajikan proyeksi menyeluruh dan berimbang dari pemikiran dan tradisi Amerika yang signifikan.
3. VOA menyajikan kebijakan Amerika Serikat secara jelas dan efektif, dan juga menyuguhkan diskusi dan opini yang bertanggung jawab mengenai kebijakan itu.
Keputusan Trump untuk membekukan anggaran USAGM dan menutup akses bagi berbagai media yang berada di bawah naungannyapun memicu berbagai komentar. Kelompok advokasi Reporters Without Borders mengutuk keputusan itu, dengan mengatakan itu "mengancam kebebasan pers di seluruh dunia dan meniadakan 80 tahun sejarah Amerika dalam mendukung aliran informasi yang bebas."
Gregory Meeks, anggota Partai Demokrat teratas di Komite Urusan Luar Negeri DPR, dan Anggota parlemen dari Demokrat lainnya, Lois Frankel, mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa langkah Trump akan "menyebabkan kerusakan abadi pada upaya AS untuk melawan propaganda di seluruh dunia." Red dari berbagai sumber
Sejarah Ditemukannya Gelombang AM untuk Radio
- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 12078

Jakarta -- Di awal perkembangannya, radio mampu menghipnotis publik di seluruh dunia lewat cerita-cerita yang mencengangkan seperti “War of The Worlds” pada 1938 di Amerika Serikat (AS). Bahkan, drama yang disajikan lewat siaran radio ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalanggan masyarakat AS pada saat itu. Cerita ini merupakan kepingan kecil dari kehebohan yang diciptakan kotak ajaib bernama radio ini. Tapi, apakah kita tahu siaran radio disiarkan. Lewat saluran apa disampaikannya. Berikut penjelasannya:
Pada akhir abad ke-19, penemuan gelombang elektromagnetik oleh James Clerk Maxwell dan pembuktiannya oleh Heinrich Hertz membuka jalan bagi komunikasi nirkabel. Guglielmo Marconi kemudian berhasil mengirim sinyal tanpa kabel.
Sinyal ini melintasi Samudra Atlantik pada tahun 1901, menandai awal era komunikasi radio. AM pada radio merupakan singkatan dari Amplitude Modulation.
Teknologi AM menjadi metode utama dalam penyiaran radio karena kesederhanaannya dalam modulasi dan demodulasi sinyal. Dikutip dari buku Merawat Radio, Erlita (2024: 17), salam sistem AM, amplitudo gelombang pembawa diubah-ubah.
Amplitudo tersebut diubah sesuai dengan sinyal audio yang akan dikirimkan. Sementara frekuensinya tetap konstan. Penerima radio AM akan mendeteksi variasi amplitudo dan mengonversinya menjadi sinyal audio yang dapat didengar.
Meskipun teknologi ini efektif, sinyal AM rentan terhadap gangguan atmosfer dan interferensi elektromagnetik. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas suara.
Selain AM, terdapat juga teknologi FM (Frequency Modulation) atau Modulasi Frekuensi. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada cara modulasi sinyal.
1. AM (Amplitude Modulation): Mengubah amplitudo gelombang pembawa sesuai dengan sinyal audio, dengan frekuensi tetap.
2. FM (Frequency Modulation): Mengubah frekuensi gelombang pembawa sesuai dengan sinyal audio, sementara amplitudo tetap konstan.
Radio FM cenderung memiliki kualitas suara yang lebih baik dan lebih tahan terhadap gangguan dibandingkan dengan AM. Namun, radio AM memiliki jangkauan siaran yang lebih luas.
Terutama pada malam hari, karena sifat propagasi gelombangnya. Salah satu keunggulan utama radio AM adalah kemampuannya untuk menjangkau area yang luas, bahkan hingga daerah terpencil.
Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk penyiaran berita dan informasi di wilayah yang luas. Namun, kualitas suara pada siaran AM seringkali kurang jernih dibandingkan dengan FM, terutama karena rentannya terhadap gangguan dan interferensi.
Meskipun teknologi FM dan digital telah banyak menggantikan peran AM dalam penyiaran komersial, radio AM masih tetap digunakan. Terutama untuk siaran berita, talk show, dan informasi publik.
AM pada radio merupakan singkatan dari Amplitude Modulation. Radio AM menjadi bagian penting dari sejarah dan perkembangan teknologi komunikasi, menawarkan jangkauan luas dan peran penting dalam penyebaran informasi. Red dari berbagai sumber

