Surabaya – Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Sundari, mengajak anak muda mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, anak muda, terutama mahasiswa, diajak memviralkan Pancasila di media sosial.

“Jangan sampai, media sosial kita hanya dipenuhi hoax dan ujaran kebencian. Nilai Pancasila perlu diviralkan untuk melawan konten-konten negatif,” kata Ndari dalam diskusi publik berjudul ‘Teladan dan Pembumian Pancasila dalam Bingkai Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya, Sabtu (11/6/2022).

Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jatim ini mengatakan saat ini banyak orang yang membuat konten dengan tujuan memecah belah masyarakat. Konten di media sosial ini memang bukan ranah KPI untuk mengawasi dan menindak. Tapi bila menjadi viral, konten hoax dan ujaran kebencian seringkali diberitakan di media massa arus utama, termasuk televisi dan radio.

“KPI dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang dibuat dengan panduan Pancasila, selalu memastikan lembaga penyiaran agar membuat berita yang berimbang dan baik untuk kepentingan masyarakat termasuk bila berita itu bersumber dari media sosial,” kata Ndari.

Ndari menjelaskan bahwa memviralkan nilai-nilai Pancasila di media sosial penting agar media massa juga ikut membuat berita tentang tersebut. Selain itu, ujar Ndari, sesuatu yang viral di media sosial akan mudah menarik perhatian anak muda, terutama generasi Z dan alfa .

Menurut Ndari, ini akan membuat pembelajaran nilai Pancasila lebih menyenangkan. “Mari kita viralkan Pancasila dengan cara kreatif dan menyenangkan,” pungkasnya. Red dari beritajatim.com

Hak Cipta © 2024 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.