Jakarta - Sejarah radio Indonesia kaya akan cerita tentang lahirnya banyak penyiar legendaris yang suaranya tak mudah dilupakan. Radio juga menjelma menjadi panggung bagi bakat-bakat yang kemudian berkembang menjadi artis dan tokoh terkenal di dunia hiburan maupun media.

Banyak nama besar di industri hiburan Indonesia awalnya menapaki kariernya dari radio. Suara, gaya, dan kreativitas mereka dalam membawakan program radio membentuk identitas mereka, sekaligus menjadikan medium ini layaknya kawah Candradimuka untuk menempa kariernya.

Seiring waktu, radio tetap mempertahankan relevansinya, bahkan di era digital. Banyak penyiar muda mengikuti jejak para legenda, menciptakan program kreatif, dan membangun komunitas pendengar yang setia, membuktikan bahwa media ini tetap menjadi jendela hiburan dan informasi yang penting di Indonesia.

Mari kita sejenak melihat kembali sosok-sosok penyiar legendaris yang menjadi bagian penting sejarah penyiaran Tanah Air:

1. Sambas Mangundikarta

Sambas Mangundikarta menjadi sosok penyiar yang dikenal luas sejak era 1950-an. Bagi para pendengar RRI dari 1970-an hingga akhir 1990-an, namanya akan selalu dikenang dan dihormati. Selain sebagai penyiar, dia juga sebenarnya berprofesi sebagai reporter dan pembaca berita televisi senior. Hal ini membuat suara dan wajahnya telah menjadi bagian penting dari sejarah penyiaran Indonesia.

Sambas dikenal sebagai penyiar yang aktif di bidang olahraga. Dia pernah meliput berbagai pertandingan besar seperti Thomas Cup di Kuala Lumpur (1970), All England (1976, 1977, 1981), Pre World Cup di Singapura (1977), dan Piala Uber di Tokyo (1981). Namun, selain sebagai penyiar, dia juga dikenal sebagai pencipta lagu dan penyanyi, dengan karya-karya berbahasa Sunda ikoniknya seperti “Manuk Dadali”, “Sapu Nyere Pegat Simpay”, dan “Peuyeum Bandung” yang tetap populer hingga kini.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan penghargaan seumur hidup (lifetime achievement) kepada mendiang Sambas Mangundikarta dalam ajang Anugerah KPI 2022 lalu. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Almarhum dalam dunia penyiaran di tanah air.

2. Maladi

Maladi termasuk tokoh penting dalam sejarah penyiaran Indonesia. Dia tercatat sebagai tokoh penting yang hidup di generasi radio sebelum dan sesudah kemerdekaan. Maladi merupakan salah satu penggerak pertemuan aktivis radio yang kemudian mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI).

Sebelumnya, Maladi aktif di SRV Solo, terutama sebagai penyiar olahraga. Kariernya terus menanjak hingga menjabat sebagai pengurus di SRV dan kemudian menjadi Kepala RRI Pusat, menggantikan Abdulrahman Saleh. Dia adalah ketua kedua sepanjang sejarah RRI. Dedikasinya membuat namanya kini abadi dalam sejarah radio Indonesia.

3. Hasan Azhari Oramahi

Hasan Azhari Oramahi memulai karier di RRI pada 1965 sebagai penyiar dan terus menekuninya hingga pensiun pada 1992. Lahir di Alor pada 1941, Hasan juga sempat diperbantukan di TVRI dari 1976 hingga 1998 sebagai pembawa berita, serta bekerja di BBC Indonesia.

Suara Hasan Azhari Oramahi masih dianggap tak tergantikan oleh generasi yang pernah mendengarkannya membawakan berita. Gayanya yang khas membuatnya menjadi referensi bagi banyak penyiar muda di Indonesia hingga kini.

4. Olan Sitompul

Olan Sitompul dikenal sebagai penyiar legendaris RRI yang kemudian melanjutkan karier ke televisi, khususnya TVRI. Pria kelahiran Padang 28 April 1939 ini terkenal dengan suara jernihnya. Namanya moncer setelah suaranya sering digunakan untuk kuis-kuis Ani Sumadi, iklan, dan MC, sehingga menjadi sangat familiar bagi publik.

Dia juga pernah membawakan acara Silent Quiz di TVRI selama 11 tahun (1970–1981) dan tampil di program Serba Prima TVRI pada 1990-an. Keahliannya membuat suara membuat Olan dipercaya untuk berbagai siaran, memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyiar terbaik.

5. Sazli Rais

Sazli Rais bergabung dengan RRI pada 1956. Awalnya dia adalah penyiar acara olahraga. Pada 1976, dia diperbantukan untuk menjadi pembawa berita di TVRI yang kemudian menandai langkah penting dalam kariernya.

Sazli terkenal dengan siaran pandangan matanya yang tajam dalam cabang olahraga bulutangkis, termasuk Piala Thomas dan Piala Uber. Gaya membawakannya yang khas membuat pendengar mudah mengenali suaranya dan menjadikannya legenda di dunia penyiaran olahraga.

6. Poppy Tiendas

Poppy Tiendas adalah salah satu penyiar perempuan yang populer pada masanya. Lahir pada Mei 1938, dia memulai karier di RRI Jakarta sejak Juli 1966 dan terus menanjak hingga menjadi Kepala Sub Divisi Siaran Nontradisional pada 1981.

Poppy kemudian diperbantukan di TVRI pada Agustus 1982. Prestasinya juga tercatat dalam ajang nasional, termasuk sebagai juara nasional bintang radio 1967 untuk kategori seriosa. Hal ini makin menegaskan reputasinya sebagai salah satu penyiar perempuan terkemuka.

7. Dono, Kasino, Indro (Warkop DKI)

Sebelum menjadi grup lawak legendaris, Dono, Kasino, dan Indro memulai karier sebagai penyiar radio, khususnya dalam program Warkop Prambors. Awalnya, mereka mengisi program lawak santai di radio pada Jumat malam. Popularitas mereka dari radio kemudian berkembang ke panggung hiburan dan layar lebar, menghasilkan film-film terkenal seperti Dongkrak Antik, Setan Kredit, dan Malu-Malu Mau, menandai transisi mereka dari penyiar radio menjadi ikon hiburan nasional.

8. Desta

Deddy Mahendra Desta, yang kini dikenal sebagai presenter televisi dan pendiri Vindest, termasuk orang yang mengawali karier sebagai penyiar radio. Dia mulanya bergabung di radio Prambors bersama Arie Dagienkz hingga 2008. Setelah vakum, dia kembali menjadi penyiar di Hard Rock FM selama tiga tahun.

Kemudian Desta kembali ke Prambors sebagai partner siaran di Desta and Gina in The Morning (DGITM) bersama Nycta Gina, menggantikan posisi Indra Bekti. Pengalaman panjangnya membuatnya dikenal luas dalam dunia penyiaran radio Indonesia.

9. Indy Barends

Indy Barends memulai karier sebagai penyiar radio di Hard Rock FM dan Female Radio, sebelum dikenal sebagai pembawa acara televisi populer seperti Ceriwis. Kariernya di radio juga mencatat prestasi, termasuk rekor MURI sebagai penyiar talkshow terlama selama 32 jam pada 2002.

Selain itu, Indy meraih penghargaan Presenter Talkshow Terfavorit di Panasonic Gobel Award. Kombinasi prestasi radio dan televisi membuatnya menjadi salah satu figur penyiar dan presenter terkemuka di Indonesia.

10. Nycta Gina

Nycta Gina memulai karier di dunia hiburan sebagai penyiar radio di Prambors FM pada 2011. Dia menjadi dikenal luas melalui program pagi bersama Desta, yang kemudian menjadi salah satu siaran radio populer di Indonesia.

Kolaborasinya dengan Desta dalam program tersebut meningkatkan popularitasnya, menegaskan posisi Nycta Gina sebagai salah satu penyiar muda yang berpengaruh dan disukai pendengar radio. Red dari berbagai sumber