Jakarta – Lembaga Penyiaran Nasional (NBC) Papua Nugini atau PNG bermaksud untuk memperkenalkan kembali radio gelombang pendek. Hal ini dilakukan guna mencapai sasaran pemerintah yakni cakupan siaran sebesar 100 persen pada 2030.
Minggu ini, lembaga penyiaran milik negara menyelenggarakan lokakarya tentang pengenalan kembali transmisi radio gelombang pendek. Lokakarya ini dilakukan untuk mempertemukan lembaga-lembaga pemerintah utama dan pemangku kepentingan lainnya.
Direktur pelaksana NBC Kora Nou mengatakan usulan pengenalan kembali radio gelombang pendek hanya dapat dicapai melalui upaya kolaboratif. Demikian dikutip salah satu media nasional, Rabu (28/5/2025) bulan lalu.
Ia mengatakan hal ini penting karena memastikan masyarakat terpencil memiliki akses terhadap berita dan informasi terkini.
Direktur eksekutif NBC (teknik) Seloka Lewangu menjelaskan pentingnya gelombang pendek, sambil membuat perbandingan dengan transmisi Modulasi Frekuensi [FM], Gelombang Pendek, dan Gelombang Menengah.
“FM adalah line of sight. Jika Anda melihat menara, Anda menerima sinyal. Jika Anda tidak melihat menara, Anda tidak menerima sinyal,” katanya.
“Gelombang Menengah memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan dengan FM. Jangkauan FM lebih luas di kota-kota besar dan kecil,” katanya.
“Ketika Anda berbicara tentang gelombang menengah, Anda sekarang berbicara secara regional,” ujarnya.
“Jika Anda berbicara tentang gelombang pendek, berarti Anda berbicara tentang seluruh negeri. Itulah sebabnya kami berbicara. Jika gelombang pendek dapat melakukannya untuk kami, dengan semua pegunungan terjal dan pulau-pulau yang tersebar,” katanya.
Transisi ini tepat waktu dan penting untuk cakupan yang lebih luas karena akan memungkinkan jangkauan siaran yang lebih luas dan lebih dapat diandalkan di seluruh medan terjal negara ini.
NBC juga meyakini peralihan ini akan mengurangi ketergantungan pada perangkat keras yang mahal, membuat pemeliharaan dan peningkatan menjadi lebih mudah sekaligus memastikan peningkatan komunikasi darurat dan kesadaran publik.
Dia mengakui kalau di PNG mempunyai FM, yang bagus dengan kualitas suara yang bagus. Namun pertanyaannya, berapa banyak yang bisa dijangkaunya? FM sangat penting dalam hal layanan penyiaran kepada masyarakat kita, dan 50 tahun kemudian, di mana kita sekarang? Pertimbangannya seperti itu.
“Saya pikir perdebatan yang lebih besar adalah memperkenalkan kembali transmisi perangkat lunak. Namun, bagaimana perbandingannya atau bagaimana kita dapat meningkatkannya melalui teknologi canggih yang kita miliki saat ini. Itulah yang terjadi saat ini,”katanya. Red dari berbagai sumber