Hanoi -- Badan pemerintah Vietnam meminta Netflix menghentikan siaran Little Women di negara itu karena distorsi sejarah yang parah dan informasi yang salah.

Pada 6 Oktober 2022, drama Korea Little Women secara resmi dihapus dari Netflix Vietnam. Akibatnya, pencarian serial tidak akan menunjukkan hasil di negara Asia Tenggara, dan drama juga menghilang dari semua daftar tren.

Sebelumnya pada 3 Oktober 2022, kepala Otoritas Penyiaran dan Informasi Elektronik Vietnam mengeluarkan pernyataan resmi yang ditujukan pada platform streaming Netflix, meminta penghapusan drakor  Little Women dari Netflix Vietnam.

Pernyataan itu juga menunjukkan konten distorsi sejarah dalam drakor tersebut, khususnya pada 58:01 – 58:22 episode 3 dan 05:41 – 07:01 episode 8. Menurut Otoritas Penyiaran dan Informasi Elektronik Vietnam, keduanya stempel waktu tersebut termasuk konten yang mencemarkan nama baik Vietnam selama perang Vietnam, menghina negara, dan dengan demikian melanggar undang-undang penyiaran yang ditentukan dalam Klausul 4, Pasal 11 Undang-Undang Media dan Penyiaran Vietnam.

Selain itu, dalam sebuah dokumen resmi, Otoritas Penyiaran dan Informasi Elektronik Vietnam juga menetapkan tenggat waktu bagi Netflix untuk menyelesaikan permintaan pada 5 Oktober 2022. Namun, pada akhir 5 Oktober, Little Women masih tersedia di Netflix Vietnam, menyebabkan banyak pemirsa Vietnam membanjiri posting Facebook Netflix dengan komentar yang meminta platform untuk menghapus drama tersebut sesegera mungkin.

Little Women menceritakan tentang tiga saudara perempuan yang lahir dalam keluarga miskin. Alur cerita utama dari drama ini berpusat pada ‘komunitas Jeongran’, sebuah masyarakat rahasia yang anggota aslinya adalah tentara Korea yang berpartisipasi dalam Perang Vietnam. Mulai dari sini, kesalahpahaman tentang perang yang diikuti Korea sebagai sekutu militer AS terus muncul dalam dialog karakter.

Gelombang kritik, kemarahan, dan boikot penonton Vietnam terhadap Little Women tumbuh dan meningkat di media sosial segera setelah episode dengan distorsi sejarah ditayangkan. Drama ini sebelumnya dituduh mencuri foto dari perusahaan kosmetik Jepang Shiseido selain revisionisme historisnya, yang membuat penonton semakin marah. Red dari berbagai sumber

 

Hak Cipta © 2022 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.