- Detail
- Dilihat: 12957



Jakarta – KPI Pusat melalui Komisioner bidang Isi Siaran melakukan silahturahmi dan dialog langsung dengan kalangan artis, rumah produksi, kameramen, produser, tim kreatif dan para kru yang terlibat langsung dalam produksi acara Pesbukers ANTV, Kamis, 19 September 2014, di studio ANTV kawasan Kuningan, Jakarta.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, pihak ANTV menyatakan niat untuk memperbaiki dan mengurangi kesalahan dalam acara Pesbukers dan acara produksi ANTV lainnya.
Ketua bidang Isi Siaran yang juga Anggota KPI Pusat, S. Rahmat Arifin mengatakan, KPI memiliki peran dan fungsi dalam pengembangan dan pengawasan isi siaran. Salah satu tanggungjawab itu adalah dengan kegiatan seperti ini. Menurutnya, diskusi secara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi sebuah acara diharapkan dapat membuka dan memahami aturan penyiaran, mana yang tidak boleh dan mana yang boleh.
“Kita perlu menyamakan persepsi mengenai penyiaran agar kita tahu batasan yang boleh dan tidak boleh. Kami tidak ingin membatasi kreatifitas karena memang kreatifitas itu tidak boleh mati. Ngelawak itu tidak dilarang, namun hal itu ada batasannya,” jelas Rahmat.
Hal senada juga disampaikan Komisioner KPI Pusat, Agatha Lily. Menurutnya, semua pihak yang terlibat dalam sebuah produksi acara harus sadar dan mengikuti aturan yang boleh dan tidak ditayangkan.
Dialog seperti ini, kata Lily, sangat baik untuk menyamakan persepsi untuk menciptakan penyiaran yang sehat dan berkualitas serta lebih baik. “Saya optimis melalui pertemuan seperti ini akan membuka hal yang baru untuk kemajuan dan kebaikan penyiaran kita,” kata Lily penuh keyakinan.
Disela-sela diskusi, KPI ditanya mengenai tindak lanjut ketika ada pengaduan dari masyarakat yang meminta sebuah tayangan dihentikan. Menanggapi pertanyaan itu, Rahmat mengatakan pihaknya memiliki prosedur penjatuhan sanksi. Pengaduan yang masuk ke KPI akan dianalisis untuk dilihat apakah melanggar P3 dan SPS KPI. “Walapun ada sejuta pengaduan masuk, jika tidak ada yang melanggar, KPI tidak akan menjatuhkan sanksi atau teguran,” tegasnya.
Setelah dialog, Anggota KPI Pusat beserta rombongan diajak berkunjung ke studio produksi acara Pesbukers yang sedang berkemas untuk siaran secara langsung. ***


Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyelenggarakan fokus grup diskusi (FGD) dengan topik “Tayangan yang Sehat untuk Anak”, Selasa, 16 September 2014, di kantor KPI Pusat, Jakarta. FGD yang dipimpin Komisioner bidang Isi Siaran KPI Pusat antara lain Wakil Ketua KPI Pusat, Idy Muzayyad, Anggota KPI Pusat, Agatha Lily dan S. Rahmat Arifin, meghadirkan narasumber dari Yayasan Pengembangan Media Anak, Bobby Guntarto, dan Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman. FGD ini mengundang pihak-pihak yang peduli dengan tayangan anak antara lain dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Muslimat NU dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).
Jakarta - Sebagai bentuk apresiasi karya-karya terbaik insan pertelevisian, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menyelenggarakan Anugerah KPI 2014. Anugerah KPI merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai ajang kompetisi program-program siaran terbaik di Indonesia.




Jakarta – Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, bersama Anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, Fajar Arifianto Isnugroho, menerima kunjungan Tim Seleksi (Timsel) Rekruitmen Calon Anggota KPID Jawa Barat periode 2014-2017 di kantor KPI Pusat, Jakarta, Selasa, 16 September 2014. Adapun tim seleksi yang hadir antara lain, Lex Laksamana, Atie Rachmiatie, dan Deddy berserta rombongan. Mereka menanyakan dan meminta masukan kepada KPI Pusat terkait rekruitmen Calon Anggota KPID.
Palu - Sebagai TV yang berstatus Lembaga Penyiaran Publik, isi siaran TVRI turut diawasi Komisi Penyiaran Indonesia. Selain LPP, KPI juga memantau lembaga penyiaran berjaringan lainnya.

