- Detail
- Dilihat: 6383

Jakarta - Sekolah Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) memasuki angkatan XIII. Pendaftaran peserta telah ditutup pada 7 September 2016. Program bimbingan teknis penyiaran yang melatih soft skill tentang dunia penyiaran ini akan digelar pada 20 - 22 September 2016. Pesertanya adalah praktisi lembaga penyiaran, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Pelaksanaan program yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam menjamin profesionalitas di bidang penyiaran ini tidak memungut biaya apapun. Penyelenggaraannya ditanggung oleh APBN. Berikut adalah nama peserta Sekolah P3SPS angkatan XIII:
|
NO |
NAMA |
INSTANSI |
|
1 |
Ihsan Abdul Salam |
ANTV |
|
2 |
Dwi Setyo Afrizani |
ANTV |
|
3 |
Masud Ridwan |
Trans 7 |
|
4 |
Wulantika Rahmi |
Trans 7 |
|
5 |
Zainal Abidin |
MNC TV |
|
6 |
Hery Wibowo |
MNC TV |
|
7 |
Willy Daniel Tumbel |
RCTI |
|
8 |
Pratiwi Wulan |
RCTI |
|
9 |
Iman Eka Setya |
TVRI |
|
10 |
Qisty Daneswara W. |
TVRI |
|
11 |
Frendy Gultom |
TVRI |
|
12 |
Hafizhan Shidqi Harahap |
Brava Radio |
|
13 |
Kevin Loe |
Cosmopolitan FM |
|
14 |
Reza |
Mahasiswa |
|
15 |
Leli Desianti |
Tim Kajian |
|
16 |
Ivan A. Soedibyo |
Radio MSK |
|
17 |
Dicky Gustiandi |
Mahasiswa |
|
18 |
Karomi Hasan Pahmi |
Mahasiswa |
|
19 |
Hidayatul Fadjri |
SCTV |
|
20 |
Vivid Asifang |
SCTV |
|
21 |
Adityo Wicaksono |
Indosiar |
|
22 |
Riswan Prawira Putra |
Indosiar |
|
23 |
Thomas Joko Santoso |
Kompas TV |
|
24 |
Maulana Yusuf |
Kompas TV |
|
25 |
Sulistiyono |
KPID DKI JAKARTA |
|
26 |
Abdul Fikih |
KPID DKI JAKARTA |
|
27 |
Tito Hadiyan |
RTV |
|
28 |
Asrina Tiurna Nababan |
RTV |
|
29 |
Ayu Putri Widiastuti |
TV One |
|
30 |
Herdianto Yuhib |
TV One |
|
31 |
Tri Mulyo |
Metro TV |
Jakarta – Semangat yang tidak boleh hilang dalam jiwa kita adalah semangat membangun dan cinta terhadap bangsa. Semangat ini pula yang saat ini sedang digaungkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dalam mengelola penyiaran tanah air agar mutu dan kualitas siaran nasional sesuai dengan harapan dalam UU Penyiaran No.32 tahun 2002.
Meskipun demikian, lanjut Yuliandre, membentuk rasa cinta tanah air harus dibangun sama-sama. KPI tidak bisa melakukan hal itu sendiri tapi juga harus didukung oleh lembaga penyiaran yang memiliki peran besar membentuk rasa cinta dan juga nasionalisme melalui isi siaran. “Besar harapan saya isi siaran kita berkontribusi mengembangkan dan menjaga rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme,” pungkasnya yang disaksikan CEO MNC Media Hary Tanoesoedibjo.
Sementara itu, CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibyo mengatakan industri lokal harus didorong tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri tapi juga bisa menjadi pemain global. 
Jakarta – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis meminta mahasiswa terlibat dalam meningkatkan kualitas serta pengawasan isi siaran. Permintaan ini dinilainya sejalan dengan tanggungjawab mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan mengisi dinamika bangsa ini di waktu mendatang. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) di kantor KPI Pusat, pekan lalu.
Jakarta – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengajak kalangan mahasiswa memiliki pandangan sama terhadap cita-cita bangsa yakni maju dan sejahtera. Pandangan selaras tersebut dapat diwujudkan melalui tanggungjawab mereka mengembangkan penyelenggaraan penyiaran Indonesia lebih baik, berkualitas dan edukatif. 
Dia juga menjelaskan tujuan penyiaran yang dirangkum dalam UU Penyiaran yakni memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat mandiri, demokratis, adil dan sejahtera serta menumbuhkan industri penyiaran 
Jakarta – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di Pusat maupun Daerah harus memiliki pemikiran dan visi yang kuat dalam membangun karakter bangsa. Visi dan pemikiran itu dinilai akan mendorong perbaikan sekaligus peningkatan kualitas penyiaran di tanah air. Hal itu disampaikan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis ketika menerima kunjungan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Bali di kantor KPI Pusat dengan agenda mendapatkan masukan terkait rekrutmen Anggota KPID Bali periode 2016-2019, Jumat, 2 September 2016.
Andre, panggilan akrab Ketua KPI Pusat, sangat yakin para pemilik media televisi merupakan orang-orang negarawan yang memiliki pemikiran besar terhadap pembangunan karakter bangsa ini. “Kita akan melakukannya pelan-pelan dan tidak itu saja karena ada banyak opsi lain seperti sosialisasi langsung kepada orang-orang yang terlibat secara langsung produksi konten di stasiun TV,” katanya yang diamini Komisioner KPI Pusat bidang Isi Siaran Dewi Setyarini yang turut mendampingi menerima kunjungan Anggota DPRD Bali.
Pandangan serupa juga disampaikan Komisioner KPI Pusat Dewi Setyarini. Menurut Dewi, Komisioner KPID yang dipilih DPRD merupakan orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan penyiaran lokal. Ini akan berkaitan dengan tujuan yang terdapat dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yakni mewujudkan keragaman kepemilikan atau diversty of ownership dan juga keragaman isi siaran atau diversty of conten di daerahnya.

