
Jakarta -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberikan klarifikasi atas ramainya kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa televisi nasional tidak memberitakan demonstrasi mahasiswa pada 12 Juni 2026 lalu.
Berdasarkan hasil pantauan dan monitoring KPI terhadap konten siaran televisi nasional, setidaknya terdapat 9 televisi yang telah memberitakan demonstrasi tersebut, yaitu BTV, CNN Indonesia, Metro TV, iNews, TVRI, Trans 7, Kompas TV, Garuda TV, dan TV One.
“Pernyataan bahwa tidak ada televisi nasional yang memberitakan demonstrasi mahasiswa adalah tidak akurat. Pantauan kami menunjukkan setidaknya sembilan televisi telah meliput peristiwa tersebut,” ujar Tulus Santoso, Komisioner KPI Pusat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran.
Tulus menegaskan bahwa tudingan kooptasi media massa oleh pemerintah agar tidak meliput demonstrasi tidak berdasar.
“Regulator seperti KPI dan pemerintah khususnya Kementerian Komdigi tidak memiliki kewenangan untuk mendikte atau mengarahkan konten pemberitaan media. Media memiliki dewan redaksi dan kebijakan editorial masing-masing yang bersifat independen,” tegasnya.
Sebagai regulator penyiaran, KPI Pusat senantiasa menghormati prinsip kebebasan pers dan berkomitmen menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia. KPI juga mendorong seluruh lembaga penyiaran untuk terus menyajikan informasi yang faktual, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.
KPI akan terus melakukan pemantauan secara rutin terhadap isi siaran televisi dan radio guna memastikan pemenuhan standar penyiaran yang beretika dan berkualitas. *