Lampung -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) menyelenggarakan kegiatan Radio Academy di Provinsi Lampung, Selasa (12/05/2026). Kegiatan yang telah digelar sejak 2023, diharapkan memberi dampak positif terhadap perkembangan radio di provinsi paling selatan di pulau Sumatera ini.

Di awal kegiatan, Ketua KPID Provinsi Lampung, Budi Jaya Idriz, dalam sambutannya, berterima kasih kepada KPI Pusat karena Lampung dipilih menjadi bagian dari penyelenggaraan Radio Academy. Ia berharap kegiatan ini dapat menciptakan penyiaran radio yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman saat ini. 

Sementara itu, Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Kelembagaan KPI Pusat, I Made Sunarsa menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan agar radio di Lampung kembali bangkit dan berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran radio masih sangat dibutuhkan untuk membangun negara ini.

“Penyiaran itu (radio) untuk mencerdaskan masyarakat, memberikan informasi yang akurat, memberikan hiburan yang sehat, membentuk masyarakat bermartabat dan membangun budaya. Karenanya negara hadir yang salah satunya melalui kegiatan Radio Academy,” kata I Made Sunarsa yang juga PIC kegiatan Radio Academy.

Mewakili Gubernur Lampung, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Sulpakar, menyebut radio hingga saat ini masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat kendati informasi dari platform media baru datang begitu cepat, instan dan massif.

“Radio adalah media yang dekat, sederhana, cepat dan menjangkau banyak lapisan masyarakat. Ketika jaringan internet terganggu, radio tetap bisa menjadi sumber informasi. Ketika bencana terjadi, radio seringkali menjadi media pertama yang diandalkan masyarakat. Ketika budaya lokal mulai tergerus, radio justru bisa menjadi ruang yang menjadi bahasa, seni dan identitas daerah,” jelasnya.

Sulpakar juga menyampaikan tantangan radio saat ini bukanlah soal bertahan hidup, tetapi bagaimana bisa tetap relevan menghadirkan konten yang kreatif dan memahami perubahan perilaku pendengar. Menurutnya, radio harus juga memanfaatkan tekhnologi digital dengan tetap menjaga kualitas siaran yang sehat dan bertanggung jawab.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tiga narasumber yakni  Direktur PT Radio Kayumanis (Female Radio), Chandra Novriadi berjudul “Radio Programming”, Editor in Chief Suara Surabaya Media, Eddy Prastyo, berjudul “Menguatkan Pengaruh Radio lewat Jurnalistik” dan Direktur Bisnis Ardan Group Media Integrated, Riza Solichin, berjudul “Radio Teori dan Realita”.

Di akhir materi ini, Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti menegaskan, melalui Radio Academy radio harus tetap hidup, eksis dan tetap taat kepada regulasi demi menjaga kualitas konten dan melindungi publik.

Usai pemberitaan materi di kelas, Komisioner KPI Pusat I Made Sunarsa dan Mimah Susanti besama Komisioner KPID Lampung berkesempatan membagikan radio receiver untuk masyarakat di sekitar Kota Lampung. */Andre