
Bogor -- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus mengupayakan penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mendorong kualitas siaran televisi dan radio agar edukatif, informatif, serta inspiratif. Hal ini dilakukan KPI dalam berbagai program kegiatannya yang melibatkan masyarakat seperti Dialog Partisipasi Masyarakat.
Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, mengatakan pihaknya mengorientasikan berbagai program kegiatan dengan mengajak masyarakat untuk menjadi bagian aktif dalam pengawasan siaran. Menurutnya, upaya ini menjadi relevan dengan kondisi saat ini dimana arus informasi sudah merambah ruang-ruang privat masyarakat.
"Informasi sekarang tidak hanya hadir di ruang keluarga, tetapi sudah masuk ke ruang tidur hingga toilet. Maka, masyarakat perlu memiliki daya kritis dan kemampuan literasi media yang kuat agar tidak mudah terpapar informasi yang menyesatkan," ujar Ubaidillah dalam sambutannya membuka acara Dialog Partisipasi Masyarakat dengan tema “Sinergi Pengawasan Pertisipatif untuk Siaran Berkualitas” di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025) kemarin.

Ia menambahkan, literasi media adalah salah satu bentuk kontrol diri dalam menghadapi derasnya arus informasi dari berbagai platform, tidak hanya dari televisi dan radio, tetapi juga media digital.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyatakan pentingnya dukungan negara terhadap konten-konten siaran yang berkualitas dan kreator lokal. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan penyiaran harus bekerja sama untuk menghasilkan program yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memperkuat budaya bangsa.
"KPI harus adaptif dan berbasis data dalam menjangkau penyiaran lintas platform. KPI agar lebih menjalankan fungsi penyiaran Indonesia yang dapat mempererat persatuan dan menjadi cermin demokrasi," pinta Anton.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk KPI, aktivis sosial, pegiat literasi, tokoh pemuda, jurnalis, serta masyarakat luas untuk bersinergi dalam mengawal penyiaran yang sehat dan bermartabat. "Siaran yang berkualitas tidak lahir dari pembatasan semata, tapi dari komitmen bersama untuk mendidik dan memberdayakan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Komisioner KPI Pusat bidang Pengawasan Isi Siaran, Aliyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut, menyampaikan jika peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam memberikan kritik yang konstruktif terhadap isi siaran.
"Adik-adik semua juga adalah bagian dari pengawas siaran. Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara KPI dan masyarakat, agar kita bisa membangun ruang siaran yang aman bagi anak-anak, perempuan, dan seluruh generasi di Indonesia," kata Aliyah.
Ia menutup dengan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta kegiatan yang hadir, serta menegaskan kembali pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadirkan siaran berkualitas di tengah dominasi media digital saat ini. Syahrullah
