Denpasar -- Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso mengapresiasi radio-radio yang masih peduli pada upaya pelestarian budaya. Apresiasi itu disampaikanya dalam sebuah talkshow di salah satu radio swasta (AR Radio) di Denpasar, Bali.

Menurutnya, budaya itu harus terus dideseminasikan dan diaplikasikan dalam praktik kehidupan sehari-sehari.

"Saya mengapresiasi radio di Bali khususnya radio AR yang ikut berpartisipasi dalam menjaga budaya daerah melalui program-programnya, terutama dengan memfasilitasi siaran berbahasa daerah dan lagu-lagu daerah," ujarnya, Sabtu (2/8/2025).

Tulus, yang juga Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, menyampaikan mengenai pentingnya menjaga relevansi program dan tetap membangun ikatan yang kuat dengan pendengarnya.

"Radio itu salah satu media yang mampu membuat orang berimajinasi. Semakin relevan dan semakin dekat program yang dibuat dengan pendengarnya, maka akan memberikan dampak positif dan membuat pecintanya tetap setia. Sehingga radio juga perlu memperhatikan dan mendengarkan harapan pendengarnya," katanya.

Di Bali sendiri jumlah radio mencapai lebih dari 60 radio dan masih memiliki pendengar yang cukup banyak. Komunitas-komunitas pendengarnya pun masih eksis dan membawa optimisme di tengah banyaknya radio di daerah lain yang semakin sulit bertahan hidup. *