Palopo -- Pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) menggelar pertemuan dengan awak media. Pertemuan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan praktisi komunikasi publik. Pertemuan tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan PSU secara substansial.

Mewakili Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisioner KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, menekankan tiga aspek penting dalam demokrasi media yakni objektivitas, netralitas dan edukatif. 

Objektivitas, menurutnya, informasi harus berbasis fakta dan konteks. Kemudian, netralitas tidak memicu konflik atau polarisasi. Dalam posisi ini, media harus juga kritis tapi berimbang.  Adapun edukatif, penyajian informasi harus disertai pesan yang mendidik masyarakat, serta menciptakan ruang rekonsiliasi.

“Di tengah kebisingan sosmed, itulah peran kita dibutuhkan untuk menjernihkan situasi,” jelas Hasrul Hasan yang juga Koordinator bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) KPI Pusat di Palopo, Minggu (15/6/2025) lalu.

Hasrul juga menegaskan pentingnya kode etik jurnalis dalam menjaga keseimbangan dan kesempatan yang setara bagi semua pihak dalam pemberitaan.

Sementara itu, Ketua Timsel Bawaslu Sulsel periode 2013-2018, Suparno ini menyatakan perlunya semangat yang sama antara penyelenggara dan jurnalis. “Saya kira di teman teman wartawan itu ada rasa tanggung jawab yang nyaris seragam, yaitu mau mengawal proses demokrasi,” ujar Suparno.

Dalam kesempatan ini, Suparno memuji semangat kritis para wartawan yang berperan sebagai pilar dalam menjaga jalannya proses demokrasi.

Saat membuka acara, Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Sulsel, Alamsyah, menegaskan bahwa kegiatan ini untuk membahas bersama substansi pelaksanaan PSU Pilkada Palopo. “Kegiatan ini untuk membahas substansi pelaksanaan PSU Pilkada Kota Palopo,” kata Alamsyah. 

Menurut Alamsyah, substansi yang dimaksud meliputi aspek teknis, netralitas, dan partisipasi publik, serta dijaga melalui pengawasan intensif sepanjang tahapan PSU.

Sementara Anggota KPU Palopo, Iswandi Ismail, menyampaikan apresiasi kepada media atas perannya dan mengajak semua pihak. “Mengapresiasi media dan mengajak semua pihak untuk menunggu proses yang berproses di MK,” singkatnya.

Acara ini berlangsung interaktif dengan tanya jawab yang diharapkan media dan penyelenggara berkolaborasi sehingga dapat terus berfungsi sebagai alat kontrol dan edukasi yang menjaga integritas demokrasi di Palopo. **