Jakarta – Menurunnya minat masyarakat khususnya generasi muda dalam mengakses lembaga penyiaran (TV dan radio) sangat disayangkan Komisioner KPI Pusat, Amin Shabana. Padahal secara isi, informasi dan hiburan dari kedua media ini termasuk yang paling dapat dipercaya serta dipertanggungjawabkan.

“Sayang sekali minat khususnya generasi muda untuk menyaksikan TV dan mendengarkan radio makin menurun,” ujarnya di sela-sela menerima kunjungan mahasiswa Universitas Dian Nusantara di Kantor KPI Pusat, Rabu (4/6/2025).

Kendati demikian, lanjut Komisoner bidang Kelembagaan KPI Pusat ini, penurunan ini jangan diratapi tapi harus disikapi secara bijak oleh lembaga penyiaran. Menurutnya, TV dan radio harus menyikapinya dengan cara meningkatkan kualitas dan jangkauan siarannya. 

“Penurunan ini bisa jadi acuan lembaga penyiaran untuk lebih meningkatkan kualitas dan jangkauan siarannya,” katanya. 

Terkait hal ini, Amin menyarankan kalangan akademisi khususnya dosen jurusan penyiaran untuk mendorong para mahasiswa menyaksikan TV dan mendengarkan siaran radio. 

Di tengah paparannya, Amin menyampaikan kondisi penyiaran di tanah air. Saat ini, dunia penyiaran sedang menghadapi disrupsi teknologi digital. Oleh karenanya, lanjutnya, variabel arus globalisasi juga patut dipertimbangkan oleh para pemain utama industri penyiaran dalam menavigasikan entitas usahanya.

“Hadirnya ‘pemain baru’ yang bernama internet mengubah dinamika industri penyiaran di Indonesia. Melalui internet, banyak sumber pemasukan utama lembaga penyiaran beralih tempat, secara khusus menuju media digital,” tuturnya.

Amin juga menjelaskan perihal tugas dan fungsi KPI berdasarkan Undang-Undang (UU) Penyiaran No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Berdasarkan UU tersebut, katanya, KPI hanya mengawasi lembaga penyiaran (televisi dan radio). 

Dia juga menegaskan jika pihaknya menerima secara terbuka kerja sama dengan pihak kampus. “Kami terbuka untuk kolaborasi dengan pihak-pihak eksternal dalam memperkuat ekosistem penyiaran di tengah disrupsi teknologi digital, khususnya bersama perguruan tinggi,” tutur Amin Shabana. ***/Foto: Syahrullah