Jakarta - Perwakilan AsiaSat atau Asia Satellite Telecommunications, perusahaan jasa satelit yang berbasis di Hongkong, Tom Loi, menyambangi kantor KPI Pusat, Selasa, 29 Januari 2013. Kunjungan ini dalam rangka tukar pikiran mengenai penyiaran khususnya perkembangan Pay TV di Indonesia.
Komisioner bidang Infrastruktur Penyiaran dan Perizinan KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat dan Judhariksawan, menerima secara langsung perwakilan AsiaSat. Keduanya menjelaskan berbagai masalah Pay TV yang terjadi di Indonesia.
Dalam bincang-bincang ringan diruang kerjanya, Dadang menjelaskan tiga jenis Pay TV atau lembaga penyiaran berlanggaanan (LPB) yang ada di Indonesia yakni melalui teresterial, satelit dan kabel. Dan, lanjut dia, pasar Indonesia untuk ketiga jenis lembaga penyiaran berlangganan itu masih terbuka luas. Hal ini tidak lepas dari masih banyaknya daerah yang belum dapat siaran nasional. “Banyak daerah di Indonesia terutama di wilayah timur yang masih blankspot belum tersentuh siaran,” ungkapnya.
Tom Loi yang menjabat Senior Regional Manager AsiaSat juga menanyakan proses digitalisasi penyiaran Indonesia dan Judha secara gamblang menjelaskan prosesi alih teknologi tersebut. Dijelaskan juga masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan digitalisasi. Red