Jakarta - Komisi I DPR RI mengapresiasi kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama tahun 2012, salah satunya dikarenakan meningkatnya kesadaran publik untuk mengadukan tayangan bermasalah ke KPI. Hal ini menunjukkan eksistensi lembaga KPI di tengah masyarakat semakin baik. Hal itu disampaikan Muhammad Ruslan, pimpinan Komisi I DPR RI saat menutup Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KPI Pusat dan Komisi I DPR RI di gedung DPR (28/1).
Dalam acara RDP tersebut, KPI Pusat yang hadir dengan sembilan komisionernya, menyampaikan laporan kinerja lembaga ini ke Komisi I DPR. Laporan yang disampaikan berupa capaian kinerja KPI dari tiga bidang yakni, kelembagaan, pengawasan isi siaran, serta insfrastruktur dan perizinan. Selain itu KPI juga melaporkan penyerapan anggaran selama tahun 2012, yang disampaikan oleh Sekretaris KPI Pusat, Maruli Matondang. Selain laporan kinerja tersebut, KPI juga memberikan buku-buku yang dihasilkan selama periode jabatan KPI tahun 2010-2013 dari tiap-tiap bidang.
Anggota Komisi I DPR RI lainny, Hayono Isman, juga mengapresiasi peningkatan kinerja KPI, meskipun anggaran yang diberikan pada lembaga ini terbatas. Selain itu, tata hubungan yang baik antara KPI dan KPID serta KPI dan lembaga-lembaga lain juga menjadi tolak ukur baiknya kinerja KPI. Namun demikian Hayono meminta KPI melakukan kajian atas kelembagan KPI termasuk membandingkan dengan regulator penyiaran di negara lain. Selain itu Hayono berharap, lewat penyiaran masyarakat Indonesia juga bisa mendapatkan pendidikan soal berdemokrasi.
Sementara itu menurut Mustafa Kamal, meskipun kinerja KPI dinilai baik, namun dirinya berharap KPI bisa terus meningkatkan pelayanan publik. Kalau sekarang aduan masyarakat meningkat dan KPI segera bertindak atas aduan tersebut, ke depannya menurut Kamal, Komisioner KPI harus lebih sigap lagi menindak tayangan yang bermasalah. “Bahkan sebelum ada aduan, harusnya KPI sudah bertindak”, ujar Kamal. Acara RDP antara Komisi I dan KPI ini rencananya akan dilakukan lagi dalam waktu dekat untuk membahas program kerja KPI pada 2013.