Jakarta – Rombongan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Lampung (Unila) mengunjungi KPI Pusat, Senin, 21 Januari 2013. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa menyampaikan permintaan kepada KPI supaya mendorong lembaga penyiaran khususnya televisi menyajikan acara-acara yang sehat, mendidik dan aman terutama untuk tayangan anak-anak.
“Kami melihat apa yang ditayangkan di televisi khususnya tayangan untuk anak-anak yang baik sangat sedikit. Banyak tayangan yang diperuntukan untuk anak-anak justru mengandung kekerasan dan berdampak buruk bagi mereka,” papar salah satu dari mahasiswa Unila tersebut.
Menurut mahasiswa tersebut, jangan melulu menampilkan tayangan-tayangan infotainmen yang tidak memberi nilai baik dan edukatif. Jika tayangan anak-anak di televisi tidak sehat bagi mereka, ini akan berdampak tidak baik.
“Sebaiknya program-program acara seperti sinteron di televisi menampilkan perihal perjuangan hidup manusia hingga dia sukses. Ini yang ditayangkan malah gaya hidup yang hedonisme. Ini kan tidak baik pengaruhnya,” kata mahasiswa yang lain.
Sementara itu, Asisten Ahli KPI Pusat, Agatha Lily dan Stefanus Andriano, menjelaskan berbagai hal mengenai KPI. Terkait persoalan yang disampaikan mahasiswa Unila, Lily menyatakan pihaknya memang memfokuskan terhadap perlindungan anak-anak dan remaja. “Kami akan menyampaikan masukan dari para mahasiswa ke lembaga penyiaran,” katanya. Red