Jakarta – KPI Pusat melakukan pertemuan dengan jajaran direksi TVRI membahas program-program acara di stasiun televisi publik tersebut di kantor KPI Pusat, Selasa, 15 Januari 2013. Dalam pertemuan itu, hadir Direktur Utama LPP TVRI, Farhat Syukrie, serta Direktur Program dan Pemberitaan, Irwan Hendarmin.
Diawal pertemuan, Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, meminta TVRI tidak keluar dari jalur dan terus mencerminkan sebagai televisi publik. Apa yang disiarkan TVRI merupakan keinginan dari publik bukan TVRI.
“Kami harapkan ruh publik ini diperhatikan baik-baik. Jangan tinggalkan masyarakat. Kami ingin TVRI terus eksis dan bisa lebih baik lagi,” kata Riyanto.
Nina Mutmainnah, Komisioner merangkap Koordinator bidang Isi Siaran KPI Pusat, mengeluhkan banyak aduan dari masyarakat terkait program acara TVRI. Beberapa acara TVRI yang banyak dikeluhkan yakni program musik, tayangan malam, ciuman bibir dan program kesehatan. “Pelanggaran yang konsisten dilakukan TVRI yakni tidak mencantumkan STLS (surat tanda lulus sensor) dan klasifikasi program acara. Hanya saat acara Indonesia Siang saja ditampilkan klasifikasi acara,” kata Nina.
Meskipun begitu, Nina memberi apresiasi sejumlah program acara TVRI seperti program talkshow. Menurutnya, program talkshow TVRI termasuk yang bagus, terutama penyampaiannya yang santun. “Program beritanya juga baik dan siaran agamanya juga bagus,” pujinya.
Adapun Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto, meminta LPP TVRI menjadikan aturan KPI yakni P3 dan SPS KPI tahun 2012 sebagai acuan dalam membuat program. Ezki juga berharap TVRI terus menjadi penyeimbang di antara televisi-televisi yang lain. “Saya harap TVRI bisa netral dan berpihak pada publik pada saat ramai-ramai Pemilu 2014 nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Dirut TVRI, Farhat Syukrie menegaskan, pihaknya akan independen, tidak berpihak pada siapapun dan hanya berpihak pada publik pada saat Pemilu nanti. “Soal ciuman bibir, ini lolos dari kami. Yakinlah jika kami tidak akan menayangkan hal itu,” katanya. Red