altJakarta - KPI Pusat mengundang industri penyiaran cq stasiun televisi untuk mendiskusikan persoalan digitalisasi penyiaran di tanah air. Dari diskusi ini, KPI Pusat berharap mendapatkan banyak masukan dari industri guna dijadikan bahan dalam blue print tentang proses digitalisasi yang akan dibuat KPI. Demikian disampaikan Komisioner KPI Pusat bidang Infrastruktur Penyiaran yang merangkap PIC acara, Judhariksawan, dalam FGD di kantor KPI Pusat, Selasa, 12 Desember 2012.

Menurut Judha, upaya yang dilakukan KPI bagian dari sikap untuk menyelamatkan persoalan digitalisasi. “Ini akan memperkaya kami. Bahan-bahan yang terkumpul akan kami jadikan sikap dalam mengambil keputusan. Nantinya, blueprint ini akan kami serahkan kepada pihak-pihak terkait seperti DPR,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Judha berharap, apa yang dibuat KPI akan bisa diterima semua pihak. Jika pun blue print ini tidak berkenan, setidaknya menjadi bahan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, menilai pentingnya pembahasan untuk jangka pendek dan jangka panjang terhadap proses digitalisasi. Menurutnya, Indonesia harus punya desain yang jelas mengenai digitalalisasi. Dia juga meminta semua pihak untuk mendorong persoalan digitalisasi agar bisa dijami dalam perubahan UU Penyiaran.

Dirinya juga berpendapat jika migrasi dari teknologi analog ke digital jangan hanya dilihat dari sisi migrasi teknologinya. Tapi, harus juga lihat aspek lain yang lebih luas karena banyak hal yang harus dipikirkan secara integral terkait digitalisasi.

Dalam FGD tersebut, turut hadir komisioner KPI Pusat, Iswandi Syahputra, dan sejumlah perwakilan KPID. Red