altJakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat lakukan pertemuan dengan Trans TV membahas acara Sexophone di kantor KPI Pusat, Jumat, 9 November 2012. Acara yang berlangsung lewat tengah malam ini telah mendapatkan surat teguran dari KPI Pusat pada 26 September 2012 karena kedapatan melanggar P3 dan SPS KPI tahun 2012. 

Diawal pertemuan, Anggota KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Azimah Soebagyo, menyampaikan berbagai catatan terkait program acara tersebut kepada perwakilan Trans TV yang hadir antara lain Gatot Triyanto, M. Noor Hidayat, Zoya Amirin, Rizal Firmansyah, dan Wibowo Saputro. 

Pada intinya, kata Nina, tayangan Sexophone sering menampilkan visual yang mengeksploitasi bagian-bagian tertentu dari perempuan seperti dada dan paha. “Kamera terkadang melakukan penelusuran gambar dari bawah ke atas bagian-bagian tersebut. Kami paham ini isi tayangan acara ini untuk dewasa, namun ada masalah disini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Azimah Soebagyo. Menurutnya, tayangan Sexophone yang memang tayangan khusus dewasa justru terkesan mengajarkan penonton untuk melakukan kehidupan “sex” bebas. Bahkan, penyampaiannya tidak sesuai dengan norma kesopanan dan kesusilaan.

Disela-sela itu, Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto menegaskan jika ada perbedaan mendasar antara off air dan on air ketika membahas persoalan sensitif seperti ini. Jika diruang kuliah atau diruang lain, pembicaraan dewasa seperti ini bisa saja dilakukan. “Tapi, ketika sudah on air, sebaiknya baca dulu P3 dan SPS KPI. Ini acuan bagi lembaga penyiaran sebelum menyiarkan sebuah program acara. Disana ada batasan-batasan, mana yang tidak boleh dan boleh,” paparnya. 

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Trans TV, Gatot Triyanto mengatakan, pihaknya tidak sama sekali berniat untuk mengajarkan untuk hidup “sex” bebas dan persfektif seperti yang dimaksud KPI. Menurutnya, tema acara Sexophone diambil dari fenomena yang ada di kehidupan. 

Diakhir pertemuan, KPI berharap kepada Trans TV untuk dapat memperbaiki program acara tersebut. “Acara ini memang banyak manfaatnya, tapi cukup banyak yang harus diperbaiki dari acara Seophone,” tegas Nina. Red