Eropa - Penyedia jasa satelit Eropa, Eutelsat SA dan menyatakan, pihaknya telah menyetop penyiaran sejumlah channel berbasis satelit milik Iran. Kebijakan tersebut diklaim atas perintah dari komisi Uni Eropa.
Kebijakan terbaru Uni Eropa ini merupakan kelanjutan dari sanksi sanksi ekonomi yang dirasakan tidak mempan untuk memaksa Iran menghentikan kebijakan pengayaan uranium di instalasi nuklir, yang dikhawatirkan untuk membuat senjata nuklir.
Diduga, sanksi ini merupakan bentuk keputusasaan Uni Eropa, Amerika Serikat dan Israel, yang gagal memaksa Iran dengan sanksi dan embargo ekonomi.
Dengan berdalih macam-macam, Uni Eropa memperluas sanksinya ke sektor teknologi informasi dengan melarang siaran stasiun televisi Iran di seantero benua kasta wahid.
“Kami menghentikan sejumlah kontrak karena itu adalah keputusan dari Komisi Eropa. Kami harus mematuhinya,” kata Manajer Wilayah Eutelsat SA, Selasa (16/10), dikutip Press TV.
Diantara channel-channel Iran yang disetop siarannya adalah Press TV, Al Alam, Jam e Jam 1 dan 2, Sahar 1 dan 2, Islamic Republic of Iran News Networ, Quran TV, dan Al Kawthar.
Sejumlah kalangan dan analis menilai, kebijakan Uni Eropa ini mencerminkan standar ganda terhadap kebebasan berpendapat. Langkah ini juga dinilai sebagai upaya untuk membungkam suara dari media-media alternatif. Red dari berbagai sumber