Serang – Mulai Januari hingga September 2012, jumlah pengaduan masyarakat yang masuk ke KPI paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut data dari bagian pengaduan KPI Pusat, total pengaduan yang masuk hingga akhir September mencapai 39.302 aduan. Pengaduan masyarakat paling banyak ditujukan pada program tayangan berita.
Pengaduan masyarakat untuk bulan September ini mencapai 31.563 pengaduan. Sebanyak 29.370 pengaduan mempersoalkan program tayangan di Metro TV yang membahas mengenai terorisme. Sisanya, merupakan pengaduan yang ditujukan ke stasiun televisi lain. Sebelumnya, pada bulan Maret, KPI pernah kebanjiran pengaduan hingga 3841 aduan.
“10 kategori program yang paling banyak diadukan secara berurutan mulai dari program berita, talkshow, iklan, komedi, sinetron, musik, sport, anak, realty show dan variety show,” kata Ketua KPI Pusat, Mochamad Riyanto, disela-sela sambutan keynote speech acara Seminar dan Konfrensi Ilmu Komunikasi di FISIP Universitas Sultan Agung Tirtayasa Serang, Banten, Rabu, 3 Oktober 2012.
Adapun 10 besar aduan masyarakat yang paling banyak terkait kategori tema pengaduan yakni Rohis-Terorisme (29.370), PSSI (3287), Pencemaran nama baik atau foto (1897), format acara (904), tidak mendidik (450), busana yang tidak pantas (260), kaidah jurnalistik (247), jam tayang (247), kekerasaan (192), dan pelecehan (184 aduan).
Dalam kesempatan itu, Riyanto juga menyampaikan total sanksi, imbauan serta perinagatan yang sudah dilayangkan KPI pada lembaga penyiaran selama Januari hingga September 2012. Sanksi (teguran, penghentian sementara, pengurangan durasi) berjumlah 78 surat, 21 imbauan, dan 25 peringatan.
“Saat ini, KPI Pusat sudah melakukan pemantauan langsung selama 24 jam per-hari. Stasiun televisi yang dipantau ada 11 televisi yang bersiaran secara nasional,” jelas Riyanto di depan lebih dari seratus peserta seminar. Red