Bandung - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait tayangan televisi terkait kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 di Gunung Salak, Bogor.

Masyarakat menilai tayangan yang ditampilkan tidak etis. Untuk itu, KPID Jabar saat ini tengah mempelajari tayangan-tayangan tragedi Sukhoi.

“Masyarakat mengeluhkan (tayangan) jenazah korban. Ini dianggap tidak perlu ditayangkan,” kata Komisioner KPID Jabar bidang Isi Siaran, Nursyawal, di Kantor KPID Jabar, Selasa, 15 Mei 2012.

Keluhan yang diterima KPID Jabar rata-rata terkait pemberitaan evakuasi korban yang cenderung detail.

Tayangan kondisi korban yang detail, lanjut dia, akan membuat keluarga korban makin sedih. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan saat wawancara justru semakin membuat sedih keluarga korban. Ekspresi kesedihan itu menjadi sasaran tangkapan kamera.

Menurut aturan penyiaran, jelas Nursyawal, lembaga penyiaran tidak boleh menampilkan gambar atau suara yang akan menambah penderitaan keluarga korban. “Lembaga penyiaran harus kedepankan empati ketika menayangkan gambar korban kecelakaan Sukhoi, termasuk proses evakuasi,” terangnya seperti dikutip Oke Zone.

Dia meminta lembaga penyiaran mengemas seapik mungkin pemberitaan terkait musibah. Meski begitu, KPID belum bisa menentukan apakah tayangan di semua televisi itu melanggar aturan atau tidak. “Kami sudah membahas ini secara intens. Nanti diberi tahu hasilnya,” katanya. Red dari berbagai sumber