- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 49

Tasikmalaya -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menggelar kegiatan “Nyemah Atikan Penyiaran” (Pemahaman Kesadaran Bermedia Bagi Masyarakat), di Aula Bale Priangan, Gedung Bank Indonesia, Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang diikuti perwakilan media internal kampus se Priangan Timur ini, mengangkat tema “Regulasi Konten Lokal dan Masa Depan Penyiaran di Priangan Timur”.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, lembaga penyiaran butuh kolaborasi berbagai pihak, untuk memperkuat produksi konten lokal." Ini tanggung jawab bersama sehingga memperkuat produksi konten lokal yang patuh regulasi sekaligus relevan bagi masyarakat," kata Adiyana.
Ia mengatakan, berdasarkan riset terhadap 601 responden, 50 persen masyarakat menilai media sosial mendekonstruksi nilai sosial budaya. Ini terlihat, dengan memudarnya nilai gotong royong, kolektivitas, yang menggeser kepedulian sosial.
“ini tentunya, menjadi sebuah tantangan bagi dunia penyiaran, yang harus disikapi bersama,” ujarnya.
Sementara Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, optimis kegiatan ini akan menjadi titik balik perhatian bagi Priangan Timur, yang selama ini kurang diperhatikan. Termasuk Kota Tasikmalaya. "Disini pentingnya peran pers terutama pers lokal, yang tentunya lebih memahami potensi daerah dibanding pemimpin,” katanya.
Maka dari itu Diky mendorong, insan penyiaran dan pers menyajikan informasi, objektif, tanpa kepentingan tertentu. Termasuk tulus dan menjaga independensi. "Mari sama-sama memajukan masa depan penyiaran ke depan, terutama di Kota Tasikmalaya, dan Priangan Timur,” ujarnya. Red dari berbagai sumber




