- Detail
- Dilihat: 14087
Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno membuka secara langsung kegiatan literasi media Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Hotel Bumi Minang, kota Padang, Kamis, 10 Maret 2016. Dalam sambutannya, Irwan berharap kegiatan ini dapat secara periodik diadakan di wilayah Sumbar demi tercapainya penyiaran yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Literasi Media sangat penting bagi masyarakat khususnya orangtua untuk membentuk kesadaran mereka terhadap media. Kesadaran media itu diperlukan terutama bagi orang tua sebagai bentuk proteksi terhadap keluarga terutama anak-anak dan remaja,” kata Irwan di depan puluhan peserta literasi media KPI Pusat.
Menurut Irwan, orangtua yang memiliki kesadaran media akan selektif dan membatasi anak-anaknya mengkonsumsi media khususnya televisi. Siaran televisi memiliki pengaruh yang kuat membentuk kebiasaan penontonnya. Jika siaran baik tentu akan baik pula dampaknya. “Sayangnya siaran yang diperuntukan bagi anak-anak belum banyak yang ideal. Mereka ini belum dapat menyaring dan tahu baik atau tidaknya siaran tersebut untuk mereka,” jelas Gubernur Sumbar.
Bahkan, kata Irwan, dirinya pun termasuk orang tua yang tegas membatasi anak-anak menonton siaran televisi. “Saya tidak kompromi terkait hal ini. Saya sangat selektif dan membatasi anak-anak saya menonton televisi. Tapi saya tidak melarang mereka menonton siaran yang berisi hal-hal mendidik, baik dan mencerahkan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Irwan meminta para peserta yang ikut dalam kegiatan literasi media ini dapat menyalurkan pesan kepada masyarakat melalui kegiatan sejenis di seluruh wilayah di provinsi Sumbar.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat Judhariksawan, mengapresiasi dukungan pemerintah Sumatera Barat untuk menyadarkan publik melalui gerakan literasi media. Menurutnya, gerakan literasi media dinilai efektif membentuk kesadaran publik untuk kritis, selektif dan analitik terhadap isi siaran.
“Saya juga yakin acara literasi media kali ini sangat efektif karena saya mendengar peserta yang datang merupakan pendidik. Ini sangat tepat sekali,” katanya yang diamini Komisioner KPI Pusat yang hadir antara lain Amirudin, Bekti Nugroho, Sujarwanto Rahmat Arifin dan Fajar Arifianto Isnugroho serta tujuh Komisioner KPID Sumbar. *** 
Pekanbaru - Kelompok Kerja Pengawasan Siaran Pilkada KPID Riau meminta masukan dari sejumlah ahli untuk mengawasi isi siaran Pilkada di 9 kabupaten/kota se-Riau.
Semarang - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta agar stasiun televisi memberikan ruang kepada para kaum difabel agar bisa berkreasi. Anggota KPID Jawa Tengah Asep Cuwantoro menilai hingga kini keberadaan kaum difabel belum mendapatkan perhatian serius dalam dunia penyiaran.
Semarang - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah mengharapkan pemda terus berkomitmen mengelola LPP Lokal agar lebih maju. LPP Lokal yang dulu dikenal dengan sebutan RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) saat ini pengelolaannya masih belum maksimal, seolah hanya memenuhi kewajiban mengudara, demikian disampaikan oleh Asep Cuwantoro, Komisioner Bidang Perizinan KPID Jateng, Senin kemarin, 20 April 2015.

