- Detail
- Ditulis oleh RG
- Dilihat: 26

Tangerang -- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten terus mendorong peningkatan literasi media di kalangan generasi muda. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Literasi Media bertema “Membangun Masyarakat Cerdas di Era Digital” yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ahsan, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Efi Afifi, selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Banten. Dalam sambutannya, Efi Afifi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ahsan, KH Maman Lukmanul Hakim, atas kesediaannya menerima kunjungan KPID Banten dalam rangka kegiatan literasi media.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPID Banten sesuai tugas dan kewenangannya untuk meliterasi masyarakat, khususnya kalangan pesantren, agar mampu menggunakan media secara bijak.
“Melalui literasi media ini, kami berharap generasi muda, khususnya para santri, dapat menjadi masyarakat yang cerdas dalam menggunakan media,” ujar Efi Afifi.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 santri dari kelas X, XI, dan XII. Dalam kesempatan itu, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ahsan, Ustadz Mohamad Hanafi (Mohan), menyampaikan apresiasi atas kunjungan Efi Afifi ke lingkungan pesantren.
Ia juga meminta Efi untuk menceritakan latar belakang perjalanan akademiknya kepada para santri sebagai motivasi.
“Kita tahu bahwa Efi merupakan santri dan kaum Nahdiyyin yang meraih gelar doktor di usia muda serta menjadi Komisioner KPID Banten. Ini perlu diceritakan kepada para santri agar menjadi motivasi untuk meraih masa depan gemilang,” tegas Ustadz Mohan.
Dalam penutup paparannya, Efi Afifi menegaskan komitmen KPID Banten untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam dunia penyiaran sekaligus memperkuat literasi media. Ia menjelaskan bahwa media memiliki fungsi informatif yang dapat menunjang pengembangan potensi serta penguatan karakter generasi muda.
“Para santri harus memahami literasi media. Media memiliki fungsi informatif, sehingga informasi yang menopang pengembangan potensi dan penguatan karakter generasi muda perlu diperkuat,” jelasnya.
Ia juga mendorong para santri untuk tampil di ruang publik dan mengisi media dengan konten positif. Menurutnya, santri yang dibekali ilmu keagamaan yang kuat memiliki peran penting dalam menghadirkan konten yang membangun.
“Santri perlu tampil ke depan untuk mengisi ruang-ruang publik di media kita, sehingga konten yang diakses masyarakat adalah konten positif yang memperkuat karakter generasi muda,” pungkasnya. Red dari berbagai sumber




