Pontianak – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menggelar ajang tahunan KPID Kalbar Awards 2025 pada 16 Juli mendatang di Gedung Garuda, Kompleks Kantor Gubernur Kalbar. 

Tahun ini, penghargaan mengusung tema “Membangun Kalimantan Barat melalui Penyiaran Daerah.”

Ketua KPID Kalbar, Deddy Malik, menyatakan bahwa ajang ini tidak sekadar seremoni, tetapi bagian dari strategi membentuk lanskap siaran yang mendidik dan berkarakter lokal.

“Penyiaran itu bukan hanya soal hiburan. Ia adalah jendela peradaban. Karena itu, kita beri ruang bagi yang telah bekerja mencerdaskan,” ujar Deddy Malik, saat di temui di ruang kerjanya, di Jl. Adisucipto No. 50 Pontianak, Rabu, (11/06/2025)

Penghargaan ini akan menghadirkan 10 kategori, antara lain: Program Pembangunan Daerah, Talkshow, Wisata Budaya, hingga Presenter TV Terbaik dan Penyiar Radio Terbaik. 

Deddy menekankan bahwa penilaian dilakukan secara independen, oleh dewan juri profesional di bidang penyiaran dan komunikasi.

“Kami tidak ingin jadi hakim tunggal. Kami fasilitator yang memberi panggung untuk karya yang pantas diapresiasi,” katanya.

Deddy juga menyebut pentingnya mengangkat konten lokal sebagai kekuatan penyiaran. Menurutnya, daerah bisa maju bila identitas budaya dan kearifan lokal dijadikan bahan baku utama dalam produksi siaran.

“Kita ingin televisi dan radio di Kalbar menjadi cermin, bukan tiruan. Menjadi inspirasi, bukan sekadar pengisi waktu luang,” tegasnya.

Ajang ini terbuka bagi seluruh lembaga penyiaran di Kalbar. Pendaftaran karya dibuka hingga awal Juli 2025.

“Mari kita isi frekuensi udara dengan siaran yang sehat, cerdas, dan membangun. Kalbar harus bicara dengan suara sendiri,” tutup Deddy, sembari menyerukan semangat literasi media. Red dari berbagai sumber