EKONOMI MEDIA PROGRAM DAKWAH DI TELEVISI: ANALISIS STRATEGI INDUSTRI PASCA ANALOG SWITCH-OFF DAN DIGITALISASI  

Penulis: Evri Rizqi Monarshi
Editor: Muh. Yahya Saraka
Deskripsi Fisik: 16 cm x 23 cm, XVII + 274 hal
Publikasi: Cetakan Pertama - Mei 2026

Buku ini merupakan usaha memperluas kajian tentang transformasi ekonomi media dakwah di  Indonesia pada era disrupsi digital setelah diberlakukannya Analog Switch-Off (ASO). Migrasi Penyiaran dari analog ke digital tidak hanya berdampak pada aspek teknis siaran, tetapi juga mengubah struktur industri, perilaku audiens, model bisnis media, serta pola produksi dan distribusi dakwah baik di televisi maupun platform digital. Dengan menjadikan Program Damai Indonesiaku di TV One sebagai studi utama, buku ini memaparkan bagaimana dakwah bernegosiasi dengan logika pasar, algoritma digital, regulasi penyiaran, dan dinamika industri media yang semakin kompetitif. Dalam konteks fragmentasi audiens dan munculnya platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, dakwah tidak lagi beroperasi dalam satu ruang komunikasi linier, tetapi berada dalam ekosistem multiplatform yang menuntut adaptasi format, gaya penyampaian, dan strategi distribusi. 

 

Kajian ini menggunakan kerangka teori ekonomi media (Picard), ekonomi politik komunikasi (Mosco), konsep audience commodity (Smythe), tipologi perilaku konsumsi media (McQuail), serta teori konvergensi dan platformisasi media (Jenkins; Poell, Nieborg & van Dijck). Melalui pendekatan tersebut, buku ini menelaah bagaimana dakwah mengalami komodifikasi, bagaimana otoritas keagamaan diredefinisi oleh algoritma dan viralitas, serta bagaimana televisi dan platform digital bersaing sekaligus saling melengkapi. Temuan buku ini menunjukkan bahwa program dakwah televisi tetap memiliki audiens loyal dan berperan sebagai ruang moderasi agama, sementara dakwah digital berkembang pesat berkat fleksibilitas format dan daya jangkau generasi muda. Keduanya membentuk ekosistem 4 dakwah hibrida yang menggabungkan otoritas institusional dan kedekatan digital. 

 

Dengan melacak perubahan tersebut, buku ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman mengenai masa depan dakwah, dinamika industri media, dan implikasinya bagi kebijakan penyiaran di Indonesia. Buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, regulator, praktisi penyiaran, pelaku industri media, pengiklan, pendakwah, serta masyarakat luas yang ingin memahami perkembangan dakwah dan media di era digital yang terus berevolusi.