- Details
- Hits: 7156
Tanjung Pandan – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis menilai tantangan penyiaran yang akan dihadapi ke depan terbilang berat. Penyelenggaraan Pilkada serentak di sejumlah daerah serta Pemilu 2019 menjadi ujian bagi KPI bagaimana meletakan posisi media penyiaran sebagai media yang mencerdaskan dan memberikan informasi yang dipercaya bagi masyarakat.
“Kami berharap KPI dapat bekerjasama dengan masyarakat supaya bisa memahami bagaimana menggunakan media yang tepat dan cerdas. Memilih media yang sehat dan berkualitas untuk mengansumsikan sebuah informasi. Hal ini sangat berpengaruh dengan peradaban bangsa untuk lebih baik lagi,” kata Yuliandre Darwis memberi sambutan awal di acara pembukaan Belitung Fair 2016 di bilangan Pantai Tanjung Pendam, Kota Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, 10 Agustus 2016.
Selain itu, Yuliandre mengungkapkan ada 15 televisi jaringan nasional, ratusan televisi lokal serta televisi berlangganan yang bersiaran di pelosok negeri. Keberadaan dan siaran lembaga penyiaran tersebut harus diawasi isi siarannya. Karena keterbatasan sumber daya, KPI tidak bisa sendiri melakukan pengawasan isi siaran lembaga penyiaran. Andil publik untuk terlibat dalam pengawasan isi siaran itu sangat diperlukan. “Kami juga minta saran dari semua pihak untuk penyiaran yang lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, atas nama KPI, Yuliander mengucapkan terimakasih kepada Bupati Belitung yang memberi ruang lembaganya untuk mensosialisasikan literasi media di sela-sela pembukaan acara Belitung Fair 2016. Yuliandre juga memperkenalkan Komisioner KPI Pusat Periode 2016-2019 kepada masyarakat Belitung di tempat tersebut. “Mudah-mudahan ini dapat memberi hal yang baik untuk kemajuan dan peningkatan sumber daya manusia di Belitung,” katanya yang disambut tepuk tangan Bupati dan undangan yang hadir.
Di akhir pidatonya, Yuliandre tidak lupa menitipkan pesannya kepada masyakat untuk cerdas dalam memiliki media karena media merupakan jendela informasi awal bagi mereka. ***



Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menyelenggarakan acara serah terima jabatan dari Anggota KPI Pusat periode 2013-2016 kepada Anggota KPI Pusat periode 2016-2019 di Hotel Ibis, Jakarta, Jumat pagi, 12 Agustus 2016.
Setelah itu, Ketua KPI Pusat periode 2013-2016, Judhariksawan menyampaikan kata sambutan dan berharap KPI Pusat periode 2016-2019 dapat bekerja dengan baik dan meneruskan apa yang baik yang sudah dikerjakan KPI Pusat sebelumnya.

Usai kata sambutan dari Ketua KPI Pusat periode 2013-2016, seremoni serah terima jabatan dilangsung dengan disaksikan para tamu undangan dari stakeholder terkait diantaranya Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almayshari.



Jakarta - Ketua DPR Ade Komarudin mengingatkan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2016-2019 dapat bersikap independen, non partisan dan professional. Ini mengingat bahwa tantangan KPI ke depan makin berat, seiring dengan berkembangnya IT dan social media para era mendatang.
Jakarta - Rapat Pleno Pertama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2016-2019 telah memilih Yuliandre Darwis sebagai Ketua, dan Sujarwanto Rahmat Arifin sebagai Wakil Ketua, (4/8). Sedangkan untuk pembagian tugas per bidang di KPI Pusat adalah sebagai berikut:
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan penghargaan pada program-program televisi yang ramah anak. Hal tersebut dilakukan karena KPI menyadari betul bahwa usaha televisi menyajikan program siaran untuk anak yang berkualitas tidaklah mudah. “Termasuk dengan menggeser pertimbangan rating, dengan mengedepankan kualitas program siaran untuk anak yang menghibur, kreatif dan mendidik”, ujar Judhariksawan, Ketua KPI Pusat, saat memberikan sambutan dalam acara Anugerah Televisi Ramah Anak, (26/7).
Penilaian terhadap program siaran televisi ramah anak mengikursertakan juri dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti dan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) Bobby Guntarto. Keduanya bertugas sebagai juri bersama komisioner KPI Pusat bidang pengawasan isi siaran, Agatha Lily, Idy Muzayyad dan Sujarwanto Rahmat Arifin. 


Dalam sambutan mewakili dewan juri, Bobby mengatakan bahwa anak merupakan khalayak khusus yang membutuhkan perlakuan tersendiri. Konvensi Hak Anak juga memberikan jaminan bahwa anak harus dipenuhi kebutuhannya atas hiburan yang sehat.
Penghargaan Program Siaran Televisi Ramah Anak terdiri atas 4 (empat) kategori: Kategori Program Animasi Asing Kategori Program Animasi Indonesia, Kategori Program Dokumenter, dan Kategori Program Variety Show.
Berdasarkan hasil penilaian para juri pemenang untuk Kategori Program Animasi Anak yakni MNC TV dengan program acara Pada Zaman Dahulu Kala episode Kancil yang Bijak, pemenang untuk Kategori Program Animasi Indonesia yakni Indosiar program acara Garuda Gemilang episode Panggil Aku Gilang, pemenang untuk Kategori Program Dokumenter yakni Trans 7 program acara Bocah Petualang episode Semangat dari Tanah Sumatera, dan untuk pemenang Kategori Program Variety Show yakni TVRI program acara Buah Hatiku Sayang episode Mengenal Produksi Televisi. ***

