- Details
- Hits: 4884

Jakarta - Salah satu tujuan penyiaran nasional adalah sebagai alat integrasi bangsa. Dengan kata lain penyiaran sebagai medium penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.
"Masalah terorisme adalah masalah krusial bagi bangsa Indonesia. Kami menyambut baik nota kesepahaman antara KPI dan Badan Penanggulangan Nasional Terorisme (BNPT). Semoga ada tidak lanjut yang berbentuk standar operasional prosedur untuk lembaga penyiaran atau dalam bentuk pemikiran lainnya," kata Ketua KPI Pusat Judhariksawan dalam pidato penandatanganan nota kesepahaman KPI dan BNPT yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat, 18 September 2015.
Dalam sambutannya Judhariksawan menambahkan, dalam pengawasan isi siaran Lembaga Penyiaran, KPI akan mewaspadai bibit yang mengarah pada hal-hal yang mengarah pada terorisme. Selain itu, KPI juga mewaspadai tayangan yang menampilkan adegan kekerasan dalam program siaran televisi. "Jangan sampai kekerasan dibenarkan dalam sejumlah tayangan dalam program acara, ini berbahaya bagi generasi muda kita," ujar Judha.
Dalam menanggulangi, menurut Judha, KPI bersama lembaga penyiaran akan saling bekerja sama dalam pencegahannya. Menurut Judha, peserta yang hadir, terutama dari kalangan lembaga penyiaran memiliki niat yang sama dalam penanggulangannya.
Selain itu Judha juga meminta dalam peliputan terorisme oleh lembaga penyiaran tidak terjebak pada Stereotipe tertentu. Ini mengingatkan kasus yang menimpa Ahmed Mohamed, siswa MacArthur High School, Texas, Amerika Serikat yang terjadi kemarin karena berdasarkan Stereotipe semata.
"Kami minta kepada lembaga penyiaran, jangan terjebak pada Stereotipe, baik itu atas dasar ras, golongan, agama, atau unsur lainnya," kata Judha.
Jakarta - Perkembangan teknologi dan informasi tidak hanya mendorong perkembangan ilmu dan pengetahuan, juga berdampak pada pola pikir dan misi penyebaran informasi itu sendiri. Kemajuan teknologi informasi juga melahirkan perang wacana melalui berbagai medium media untuk tujuan-tujuan tertentu. Bahkan untuk tujuan dan aksi radikalisme sudah terang-terangan melalui teknologi informasi itu sendiri.
Penandatangan nota kesepahaman kedua lembaga berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Jumat, 18 September 2015 yang dihadiri kedua pimpinan lembaga, perwakilan lembaga penyiaran, sejumlah media, serta tamu undangan dari sejumlah lembaga.
Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengundang Global TV dalam forum pembinaan dan klarifikasi terhadap tiga tayangan di TV tersebut yakni film kartun Dragon Ball, Buletin Indonesia Siang, dan Fokus Selebriti, Selasa, 15 September 2015. Komisioner KPI Pusat, Sujarwanto Rahmat Arifin, dalam forum ini meminta Global TV untuk lebih memperhatikan aspek-aspek perlindungan terhadap anak dan remaja dalam setiap program acara khususnya di tiga program acara di atas.
Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengundang Trans TV untuk mendiskusikan dua program tayangannya “Pinky and Friends” dan “Everbody Superstar” dalam forum Pembinaan dan Klarifikasi, Rabu, 16 September 2015. Dalam forum yang berlangsung tidak lebih dari satu jam itu, Komisioner KPI Pusat yang juga Koordinator bidang Isi Siaran, Agatha Lily meminta agar segala bentuk candaan kasar dalam acara sebaiknya jangan ditampilkan apalagi dalam acara tersebut melibatkan anak-anak.
Jakarta – Tema-tema bertemakan kekhilafiyahan sebaiknya dihindari guna meminimalisir perpecahan atau konflik apalagi yg bermuatan mempertentangkan antar pemahaman keagamaan dalam atau antar agama. Penyiaran itu harus bertujuan memperkukuh integrasi nasional.

