Seoul -- Komisi penyiaran Korea Selatan mencecar tim produksi Backstreet Rookie setelah drama tersebut menuai ribuan komplain terkait adegan yang dinilai tak pantas tayang di layar kaca.

Subkomite dari badan bernama Komisi Standar Komunikasi Korea (KOCSC) itu memanggil tim produksi Backstreet Rookie setelah menerima 6.384 komplain, salah satu aliran keluhan terbanyak yang pernah mereka terima.

Subkomite KOCSC itu memberikan kesempatan bagi tim produksi untuk memaparkan penjelasan setelah mereka menetapkan episode pertama yang tayang pada 19 Juni melanggar ketentuan penyiaran, mulai dari mempertahankan standar dan bahasa penyiaran.

Dalam pertemuan itu, komite lantas menyinggung mengenai batasan umur bagi penonton Backstreet Rookie.

Sebelum tayang, banyak masyarakat Korea melayangkan keluhan karena mengetahui webtun yang diadaptasi menjadi drama tersebut memiliki banyak adegan dewasa. Webtun bertajuk serupa juga sejatinya dikhususkan untuk dewasa. 

Namun, tim produksi Backstreet Rookie menyatakan drama tersebut bisa disaksikan remaja, bahkan bersama keluarga.

"Webtun Backstreet Rookie diberi batasan 19 tahun ke atas. Namun, mereka mencoba mengubahnya menjadi 15 tahun ke atas. Mereka ceroboh untuk hal seperti ini dan proses edit," kata salah satu anggota komite, Park Sang-soo, seperti dilansir Media Today via Naver.

"Bahasa yang mengarah seksual dan cabul digunakan tanpa pandang bulu. Meskipun ini sebuah drama, kemungkinan merusak etis dan emosi remaja sangat besar. Ini tak terlihat seperti drama untuk 15 tahun ke atas."

Sementara itu, anggota komite lainnya, Kang Jin-sook, menyoroti permasalahan komodifikasi perempuan. Seperti banyak keluhan masyarakat, drama yang dibintangi Kim Yoo-jung itu menjadikan perempuan sebagai objek laki-laki.

Salah satunya adalah ketika siswi SMA sedang menari di ruang karaoke. Pengambilan gambar dilakukan dari bawah ke atas. Ada pula adegan ruangan dengan gambar perempuan telanjang, serta ketika penulis membuat suara aneh saat menggambar badan perempuan.

"Ini semua masalah fundamental. Apakah benar drama ini bisa disaksikan semua orang bersama keluarga?" kata Heo Mi-sook.

KOCSC memang sudah menaruh perhatian pada Backstreet Rookie karena sudah menuai keluhan bahkan sebelum tayang. Komplain masyarakat terus berdatangan ketika drama tersebut tayang karena dianggap benar-benar menampilkan adegan berbumbu seksual.

Di tengah banjir kritik ini, Naver melaporkan bahwa adegan-adegan Backstreet Rookie yang dianggap bermasalah dihilangkan dari layanan streaming (VOD). Red dari berbagai sumber

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.