Bandung – Bukti bahwa media penyiaran, Radio dan TV, memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan di berbagai sektor kehidupan ternyata benar adanya. Salah satu negara di benua Afrika yaitu Gambia sudah membuktinya. Gambia mengalami peningkatan signifikan pada sektor pertanian dan kesehatan akibat pengaruh siaran dari TV dan radio di sana.

“Stasiun televisi nasional Gambia menayangkan banyak program edukasi untuk kesehatan, pertanian dan pendidikan. Sejak itu, terjadi perubahan besar akibat dampak yang ditimbulkan program edukasi tersebut. Tingkat pertanian di Gambia terus meningkat dari tahun ke tahun . Tingkat penerimaan di sekolah pun terus naik khususnya perempuan dan di sektor kesehatan perubahan besarnya adalah masyarakat jadi lebih sadar akan kesehatan terutama pada periode serangan Ebola,” kata Yankuba Jatta, Manager SDM Pelayanan TV dan Radio Gambia dalam presentasinya yang disampaikan di rapat tahunan IBRAF di Bandung, Kamis, 23 Februari 2017.

Menurut Yankuba, lembaga penyiaran khususnya radio di Gambia dapat menjalankan usahanya dengan baik karena mereka mendapatkan income lumayan sehingga mereka bisa beroperasi normal. Program siaran yang paling banyak disiarkan lebih didominasi program kesehatan, pendidikan, pertanian, budaya dan tidak ketinggal hiburan.

“Kami memiliki sembilan stasiun radio milik perorangan dan tiga radio komunitas. Gambia juga memiliki lembaga yang dibentuk pemerintah untuk memantau dan mengatur semua ranah penyiaran termasuk radio,” jelasnya.

Migrasi digital

Sama hal dengan Indonesia, Gambia pun sedang asyik-asyiknya sibuk melakukan perpindahan teknologi penyiaran dari analog ke digital. Gambia melalui pemerintahannya telah mengambil langkah-langkah menuju era digitalisasi. “Baru-baru ini Pemerintah telah menandatangani kemitraan dengan perusahaan Cina menyebutnya Startimes untuk melaksanakan studi kelayakan mengenai migrasi digital,” kata Yankuba. ***

Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.