Jakarta – Program khusus untuk anak-anak di radio belum mendapat tempat utama dikalangan lembaga penyiaran radio. Walaupun ada, itupun hanya sedikit dan siarannya hanya di radio publik. Kebanyakan radio dan siarannya lebih menargetkan pendengar dari kalangan remaja ke atas. Padahal, kebutuhan siaran khusus anak-anak di radio sangat penting dalam membantu tumbuh kembang mereka secara normal.

Seto Mulyadi biasa disapa Kak Seto menilai siaran radio yang segmentasi untuk remaja dan dewasa jika di dengarkan anak-anak dapat mempengaruhi perkembangan fsikologis mereka. Pola pikir anak-anak pun yang harusnya tumbuh secara layak atau normal dengan mendengarkan lagu atau siaran dewasa jadi ikut-ikutan menua atau seperti dikarbit.

“Hampir tidak ada radio yang menyiarkan program anak-anak karena radio lebih kepada remaja dengan bahasa-bahasa remaja. Anak-anak yang mendengarkan siaran yang bukan untuk mereka menjadi cepat matang,” jelas Kak Seto usai jumpa pers di kantor KPI Pusat jelang acara Anugerah KPI 2016.

Dulu, kata Kak Seto, siaran RRI banyak menyiarkan lagu-lagu anak ciptaan Pak dan Ibu Kasur. Arti lagu anak tersebut lebih mudah di tangkap anak-anak dan itu normal sejalan dengan perkembangan mereka. “Anak-anak itu paling mudah menangkap dan menirukan apa saja lagu yang mereka dengar. Mereka mudah mempersepsinya. Karena itu, saya sangat berharap siaran anak di radio agar lebih diperbanyak,” pintanya .

Terkait hal ini, Seto Mulyadi berharap supaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menambahkan kategori program yang diperlombakan dalam Anugerah KPI berikutnya yakni kategori program siaran anak di radio. Menurutnya, dengan ada kategori baru yang diperlombakan untuk radio akan memicu munculnya program siaran anak di setiap lembaga penyiaran radio, baik itu publik maupun swasta.“Saya harap Anugerah KPI berikutnya kategori baru ini sudah diperlombakan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Seto mendorong semua lembaga penyiaran menciptakan program-program siaran yang edukatif, berkualitas dan layak bagi anak. ***

Hak Cipta © 2019 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.