Denpasar - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengapresiasi kontribusi Universitas Udayana pada Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang sudah digelar sejak lima tahun yang lalu. Penilaian dari akademisi di Bali ini membantu memperkaya hasil riset, sehingga dapat memberikan potret yang lebih utuh tentang aspirasi masyarakat terkait program siaran di televisi. Hal tersebut disampaikan Yuliandre Darwis, Komisioner KPI Pusat bidang kelembagaan saat membukan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) Panel Ahli dalam Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi tahun 2020 periode kedua yang digelar secara virtual, (13/11). 

Dalam riset tahun 2020 periode pertama yang berlangsung di semester pertama tahun ini, diperoleh nilai indeks yang paling tinggi sepanjang penyelenggaraan riset oleh KPI. Tidak hanya itu, dalam riset yang lalu didapati pula enam program siaran yang mencapai standar n

ilai indeks yang telah ditetapkan. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa televisi pun mulai berbenah memperbaiki diri. Selain itu, riset yang dilakukan KPI bersama dua belas perguruan tinggi di dua belas kota besar di Indonesia semakin diperhitungkan oleh para pemasang iklan. “Tentunya juga berdampak besar bagi pengelola televisi, jika pemasang iklan sudah menjadikan hasil riset KPI sebagai acuan utamanya,” ujar Andre. 

Sebagai sebuah program prioritas nasional yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan KPI, targetnya riset ini dapat menghasilkan setidaknya tujuh program siaran memenuhi indeks siaran berkualitas. “Dan pada periode lalu, sudah tercapai enam program siaran!” papar Andre. Harapannya ke depan tentu saja, semakin banyak program siaran di televisi yang dapat mencapai nilai indeks terbaik.

Dalam kesempatan tersebut Andre menegaskan tentang kontribusi riset bagi dunia pendidikan. Yakni semakin banyaknya publikasi ilmiah di Indonesia, terutama mengenai penyiaran.  Pasalnya, publikasi ilmiah di Indonesia begitu minim, meski sejak tahun 2017 Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah menargetkan Indonesia berada di tingkat pertama publikasi se-ASEAN, baik publikasi nasional maupun internasional.

Dirinya berharap, di tataran  publik, data riset ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memilih siaran televisi yang akan dinikmati. Diingatkan pula olehnya, bahwa tujuan diselenggarakannya penyiaran menurut undang-undang adalah memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal yang seperti ini tentu saja tidak dapat dilakukan sendiri oleh KPI. Guna mencapai tujuan ini, tambahkannya, harus menjalin sinergi dengan semua pihak, baik itu lembaga penyiaran, masyarakat sipil ataupun kalangan akademisi. Termasuk juga, Universitas Udayana yang terlibat dalam kegiatan Riset ini, pungkasnya.  

Riset periode kedua di tahun 2020 tengah memasuki tahapan diskusi dengan informan ahli, dan digelar secara virtual bersama dua belas perguruan tinggi. KPI mengagendakan hasil riset tahun 2020 ini, akan diumumkan pada Desember 2020. Harapannya, hasil riset KPI ini semakin kuat memberikan pengaruh dalam memperbaiki kualitas program siaran televisi.  

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.