Komisioner KPI Pusat, Irsal Ambia.

Jakarta – Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan telah masuk dalam program prioritas nasional yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), menghasilkan data kualitas siaran di 15 TV induk jaringan di tanah air. Data kualitas ini merupakan hasil penilaian 107 informasi ahli dari kalangan akademisi dengan latarbelakang keahlian berbeda di 12 Perguruan Tinggi yang ikut bergabung dalam riset ini. 

Komisioner KPI Pusat, Irsal Ambia mengatakan, hasil riset indeks ini akan menjadi instrumen bagi lembaganya dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan kualitas program siaran TV. Menurutnya, KPI sangat berkepentingan menjaga ritme usaha industri agar tetap berjalan sekaligus menyuguhkan tayangan yang berkualitas dan positif untuk publik.

“Riset ini telah masuk dalam program prioritas Bappenas dan telah masuk tahun ke enam,” tambahnya ketika membuka Workshop Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Periode I tahun 2020 secara daring untuk  Kota Bandung yang bekerjasama dengan Universitas Padjajaran (Unpad), Kamis (11/6/2020).

Irsal mengatakan, pelaksanaan riset indeks ini diupayakan terus berlangsung dengan juga memutakhirkan metode penelitian riset. “Kami akan selalu berupa untuk lebih baik lagi dan workshop riset ini untuk menampung masukan dalam meningkatkan riset ini,” katanya.

Selain sebagai bahan membuat kebijakan, hasil riset ini juga dipublikasikan di media. Hasil riset juga dipublikasikan langsung pada masyarakat melalui Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) di beberapa kota. “Ini untuk memasifkan informasi soal data riset tentang siaran berkualitas agar setiap orang mengetahui tayangan-tayangan tersebut,” jelas Irsal.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Dadang Rahmat Hidayat, menyampaikan pelaksanaan riset KPI dari waktu ke waktu semakin baik dan berkembang. Menurutnya, hasil riset ini dapat membawa penyiaran nasional ke arah yang lebih baik. 

“KPI harus mengawal arah penyiaran agar lebih baik. Dan kegiatan ini selaras dengan tri darma universitas agar dapat berkontribusi bagi masyarakat,” kata Dadang dalam pengatar workshop mewakili Unpad.

Dadang mengusulkan adanya keterlibatan langsung dan berkelanjutan dari masyarakat dalam riset meskipun KPI bagian dari publik. Selain itu, perlu juga kolaborasi bersama lembaga penyiaran serta mempublikasikan ke media. “Kita jangan hanya di riset tapi juga publikasinya dan salah satunya melalui jurnal,” tandasnya. ***

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.