Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis. Foto: Agung Rahmadiansyah

Jakarta -- Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Periode I Tahun 2020 oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat resmi bergulir pada Kamis (4/6/2020). Kota Padang dan Surabaya menjadi dua kota pertama yang mengawali kegiatan riset tersebut. Seluruh rangkaian acara riset yang diawali workshop ini dilakukan secara virtual atau daring (dalam jaringan). 

Riset yang telah masuk tahun ke 6 ini akan mengevaluasi sebanyak 477 program siaran atau acara di 15 televisi induk berjaringan sepanjang Januari hingga Maret 2020. Kegiatan ini akan berlangsung di 12 kota antara lain Medan, Padang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, dan Ambon. Riset ini juga menggandeng 12 Perguruan Tinggi di 12 kota tersebut yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Negeri Kalijaga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Udayana, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pattimura. 

PIC Kegiatan Riset sekaligus Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis, mengatakan kegiatan riset ini telah menjadi salah satu program prioritas nasional yang ditetapkan KPI bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tujuannya untuk mendapatkan data kualitatif yang nantinya dapat menjadi bahan alternatif atau pertimbangan lembaga penyiaran ketika membuat program acara.

“KPI berupaya memberikan ruang diskusi ataupun validitas informasi kepada seluruh pemerhati penyiaran, akademisi maupun negara. Untuk itu, kami butuh data yang sesuai dengan misi fungsi dan tugas KPI dan data tersebut harus mencakup aspek kualitas siaran yang bisa menjadi bahan evaluasi bagi KPI dan lembaga penyiaran untuk memperbaiki mutu dan kualitas penyiaran televisi,” kata Yuliandre saat membuka Workshop Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2020 via Aplikasi Zoom Meeting bersama Universitas Andalas yang dihadiri wakil Bappenas dan KPID Sumbar, hari ini.

Andre mengungkapkan, latar belakang diselenggarakan riset yang dulunya bernama survei indeks, juga untuk melepas ketergantungan penyiaran nasional terhadap rating. Riset ini juga bertujuan menilai kualitas program siaran televisi sekaligus mendorong terciptanya kualitas isi siaran. 

“Hasil dari riset ini menjadi rekomendasi bagi lembaga penyiaran dalam memperbaiki kualitas kontennya jika dirasa kurang. Data riset ini juga menjadi basis data bagi akademisi dalam melakukan kajian penelitian, maupun pengawalan terhadap isi siaran televisi. Bahan ini juga penting sebagai instrumen bagi civil society maupun komunitas pemantau penyiaran dalam mendorong perbaikan konten siaran televisi,” tambah Andre. 

Namun yang terpenting, kata Andre, hasil riset ini dapat menjadi referensi untuk masyarakat menyaksikan siaran TV yang baik dan berkualitas. “Riset KPI diharapkan berguna untuk semuanya dan terutama menjadi panduan masyarakat ketika akan menonton  siaran televisi,” tandasnya.

Dalam satu pekan ke depan, KPI Pusat akan menggelar kegiatan Workshop Riset Indeks Kualitas Program Siaran TV Periode I 2020 di 12 Kota secara beruntun. Setelah kegiatan ini, riset KPI akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terpumpun atau FGD yang melibatkan para ahli dari 12 Perguruan Tinggi tersebut. ***

 

 

Hak Cipta © 2020 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.